Mengenal Corak Wayang Gatutkaca dari Sisi Seni Kriya
- 07 Agt 2026 04:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Karena Dewi Arimbi, ibu Gathutkaca, sesungguhnya seorang raseksi (raksasa perempuan). Maka dari itu, dulu Gatotkaca dalam Wayang Kulit Purwa digambarkan berujud raksasa, lengkap dengan taringnya.
Namun sejak Susuhunan Paku Buwana II memerintah Kartasura, penampilan peraga wayang Gatotkaca dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa diubah. Menjadi ksatria tampan dan gagah, dengan wajah mirip Bima.
Yang diambil sebagai pola bentuk seni rupa wayang Gathutkaca adalah peraga Antareja tetapi diberi praba. Nama Gatotkaca yang diberikan pada anak Bima ini berarti “rambut gelung bundar”.
Gatot artinya bundar, kaca artinya rambut, nama ini diberikan karena waktu lahir rambutnya telah tergelung bundar . Pada perkembangan fisik wayangnya, bentuk, warna dan rupa wayang Gathutkaca mengalami penambahan.
Dalam seni kriya Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta tokoh Gatotkaca ditampilkan dalam enam wanda. Yakni wanda Kilat, Tatit, Guntur, Panglawung, Gelap, dan Dukun.
Pada tahun 1960-an Ir. Sukarno Presiden RI, menambah lagi dengan tiga wanda ciptaannya. Yakni Gatotkaca wanda Guntur Geni, Guntur Prahara dan Guntur Samodra.
Pelaksanaan pembuatan wayang Gatotkaca untuk ketiga wanda itu dilakukan oleh Ki Cerma Saweda dari Surakarta. Dengan demikian kekayaan bentuk wanda dalam seni kriya wayang purwa berjumlah sembilan wanda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....