Kala Bendana, Paman Jujur yang Tewas ditangan Gathutkaca

  • 07 Agt 2026 01:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gatotkaca amat sayang pada sepupunya, Abimanyu. Sewaktu Abimanyu hendak menikah dengan Dewi Siti Sendari, Gatotkaca banyak memberikan bantuannya.

Pengangkatan Gatotkaca sebagai penguasa Pringgodani sebenarnya tidak disetujui pamannya, Brajadenta. Adik Dewi Arimbi ini menganggap dirinya lebih pantas menduduki jabatan itu.

Karena Brajadenta anak lelaki dan anak kandung Prabu Tremboko raja Pringgodani terdahulu maka ia merencanakan pembrontakan di Pringgondani. Untuk berhasilnya pemberontakan yang dilakukannya Brajadenta minta dukungan Batari Durga dan Kurawa tetapi mengalami kegagalan.

Gatotkaca pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya yakni sampai hati membunuh Kalabendana. Penyebabnya hanya karena pamannya itu mengungkapkan kejujuran pada Dewi Siti Sendari bahwa Abimanyu menikah lagi dengan Dewi Utari.

Padahal Kalabendana adalah pengasuhnya sejak bayi dan amat menyayangi Gatotkaca. Menjelang ajalnya, Kalabendana mengatakan bahwa ia tidak mau masuk ke surga bilamana tidak bersama-sama dengan Gatotkaca.

Karena itu, ketika perang Baratayuda Gatotkaca menghindari senjata Kunta Wijayandanu dengan cara terbang setinggi-tingginya. Namun arwah Kalabendana, mendorong senjata sakti itu sehingga dapat mencapai pusar putra kesayangan Bima itu hingga gugur.

Dalam kisah tragis Kalabendana yang yang bermodalkan kesetiaan, kejujuran dan pengorbanan seorang paman terhadap keponakannya. Meski Kalabendana menuai kematian ditangan keponakannya sendiri tetapi pada akhirnya tetap mengajak keponakannya tersebut bersama masuk Nirwana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....