Gathutkaca, Kesatria Anak Pandawa yang Gugur Tertembak Panah saat Terbang

  • 07 Agt 2026 00:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dalam kisah perang Baratayuda, Gatotkaca diangkat menjadi senapati pada hari ke limabelas dan berhadapan dengan Karna, pamannya sendiri. Dalam pertempuran adu sakti ini, Kunta Wijayandanu, senjata sakti milik Karna, melesat menembus perut Gatotkaca melalui pusarnya.

Saat berhadapan dengan Adipati Karna, sebenarnya Gatotkaca sudah tahu akan bahaya yang mengancam jiwanya. Karena itu ketika Karna melemparkan senjata Kunta, ia terbang amat tinggi.

Namun senjata sakti itu terus saja memburunya sehingga akhirnya Gatotkaca gugur. Ketika jatuh ke bumi Gatotkaca berusaha agar jatuh tepat pada tubuh Adipati Karna. Tetapi senapati Kurawa itu waspada dan cepat melompat menghindar sehingga yang hancur hanyalah kereta perangnya.

Sebenarnya sewaktu berhadapan dengan Gatotkaca Adipati Karna enggan menggunakan senjata Kunta. Ia merencanakan hanya akan menggunakan senjata sakti itu bila nanti berhadapan dengan Arjuna.

Namun karena Prabu Anom Duryudana menyaksikan betapa Gatotkaca telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan di pihak Kurawa. ia mendesak agar Karna menggunakan senjata pamungkas itu.

Akibatnya, sesudah Gatotkaca gugur, sebenarnya Karna sudah tidak lagi memiliki senjata sakti yang benar-benar dapat diandalkan. Sebagai raja muda Pringgodani, Gatotkaca bergelar Prabu Anom Kacanagara.

Namun gelar ini hampir tidak pernah disebut dalam pergelaran wayang. Nama lain Gatotkaca yang lebih terkenal adalah Tutuka (tetuka), Guritna, Gurubaya, Purbaya, Bimasiwi, Krincingwesi, Arimbiatmaja dan Bimaputra

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....