Keluarga Punya Peran Penting dalam Pelestarian Bahasa Jawa

  • 03 Agt 2026 15:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Bahasa Jawa merupakan Bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar, bahkan juga saat ini negara lain sudah mempelajari Bahasa danTradisi Jawa. Hal tersebut merupakan suatu kebanggan namun juga harus diwaspadai karena kondisi saat ini regenerasi Bahasa Jawa semakin berkurang.

Peran keluarga menjadi salah satu kunci untuk terus melestarikan Bahasa dan juga tradisi agar tidak tergerus modernisasi. Hal tersebut disampaikan Dosen Bahasa dan Satra Jawa Universitas Negeri Semarang Dr Dhoni Zustiyanntoro M.Hum dalam dialog Mangun Praja Pro 4 RRI Semarang Kamis 30 Juli 2026.

“Bahasa Jawa merupakan Bahasa dengan penutur terbanyak hingga 80 Juta , namun bukan berarti dalam kondisi aman-aman saja seperti juga Bahasa daerah lainnya kondisinya pun dalam tanda kutip mengkhawatirkan regenerasinya.”. “Beberapa hasil penelitian yang dilakukan transimisi paling dekat yang bisa dilakukan adalah melalui keluarga, ada penelitian menarik yang menyebut bahwa sejauh mana vitalitas Bahasa dilakukan salah satunya tolok ukurnya adalah keluarga “.

Dhoni menambahkan faktanya regenerasi bahasa jawa dalam keluarga semakin hari memang semakin menurun. Bahasa daerah yang dimuat dalam pelajaran muatan local dalam dunia pendidikan sangat terbatas, sehingga transmisi regenerasi yang tepat adalah memang dalam interaksi dalam keluarga.

Selain itu seluruh pihak juga harus terlibat dalam pelestarian Bahasa, baik itu pemerintah, lingkungan dan masyarakat tentunya. ”Bahasa itu pertama-tama akan menurun vitalitasnya apabila tidak digunakan, artinya tidak bisa mewadahi cara berpikir masyarakatnya maka akan ditinggalkan”.

Keresahan terhadap semakin lunturnya Bahasa Jawa juga terjadi di kalangan masyarakat. Pardiono salah satunya, melalui sambungan telepon dirinya mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena semakin sedikit anak-anak berbahasa Jawa dilingkungannya.

Sebagai penutup Dhoni berpesan untuk terus menggunakan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari hari, baik itu secara lisan maupun tulisan meskipun belum sempurna. Untuk menjaga Bahasa dan Tradisi Jawa yang adiluhung ini memang tidak bisa instan, butuh waktu dan kepedulian semua pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....