Shinta Obong, Lakon Wayang yang Sarat Nilai dan Hikmah

  • 07 Agt 2026 23:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Persoalan-persoalan feminisme dalam cerita pergelaran wayang purwa menjadi sesuatu yang dapat dijadikan bahan diskusi dan pembelajaran. Satu diantara tokoh wayang putri dalam cerita Ramayana yang terkenal adalah dewi Sinta .

Sinta adalah sosok wanita setia dan tahan terhadap godaan serta berpendirian teguh. Meskipun Shinta hidup dalam penyekapan Rahwana selama bertahun-tahun, namun dirinya dapat menjaga kesuciannya.

Dalam kondisi itulah Shinta mendapatkan kesadaran bahwa keinginannya mendapatkan Kijang Kencana membuahkan malapetaka bagi semua orang di Alengka. Kemudian Shinta bertekat untuk akan terus menjalani perjalanan hidupnya dengan penuh keikhlasan untuk menebus dosanya.

Kesadaran Dewi Sinta membuka selubung hijab untuk bertanya pada diri sendiri ‘aku ini siapa’’untuk apa aku di dunia?’ Adakah rencana besar Hyang Maha kuasa untuk melenyapkan keangkaramurkaan etnis raksasa yang berwatak perpaduan antara manusia dan binatang?

Dia telah mendapat peran yang harus dijalankannya dengan baik. Dewi Sinta sadar dirinya terlibat kepada Hukum Sebab-Akibat, dan dia akan menjalaninya dengan penuh kesadaran.

Kemudian Dewi Sinta memahami adanya Hukum Evolusi, termasuk evolusi dalam kesadaran. Keputusannya sudah bulat semua akan dilakoninya dengan penuh kesadaran.

Ramayana menceritakan bahwa dalam keadaan no-mind, Shinta pasrah kepada Tuhan yang Maha Mengatur. Lalu peperangan pun terjadi hingga menghancurkan Rahwana beserta balatentaranya oleh Sri Rama beserta pasukannya.

Setelah Sri Rama memenangkan peperangan, Ia tidak mau menjajah negara Alengka. Ini dibuktikan dengan menyerahkan tampuk pimpinan kerajaan Alengka kepada Wibisana adik Rahwana.

Dewi Shinta semakin bersyukur kepada Tuhan dikarenakan dirinya dikaruniai suami yang bijaksana. Kebahagiaan bersatu kembali dengan Sri Rama pun dijalani dengan penuh kesadaran.

Bahkan ketika Sri Rama mengikuti pendapat penduduk negaranya untuk tes uji kesucian bagi dirinya, Dewi Shinta menerima dengan penuh kesadaran. Shinta berpandangan bahwa dirinya telah melakukan banyak hal buruk yang menyebabkan kesengsaraan banyak makhluk hidup di muka bumi.

Maka apabila takdir pada akhirnya akan mengambilnya dalam api upacara yang membakar dirinya hidup - hidup, dirinyapun akan menerimanya. Hingga pada akhirnya seluruh negeri terkesima dengan selamatnya Dewi Sinta dari api yang membakar dirinya.

Seluruh negeri menerima kembali Dewi Sinta sebagai permaisuri dari Sri Rama. Seseorang yang menyadari hakikat kehidupan, bahwa hidup di dunia ini terikat dengan hukum alam maka dia akan dapat menerima kejadian apa pun yang menimpanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....