Kisah Majapahit Damarwulan Minakjinggo, antara fakta dan Dongeng
- 28 Jul 2026 11:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah situasi genting Majapahit menghadapi rongrongan Kadipaten Blambangan yang dipimpin Minakjinggo, datanglah seorang pemuda bernama Damarwulan. Ia diterima oleh Patih Logender, tetapi hanya dijadikan penjaga dan pelayan.
Meski dipandang rendah, Damarwulan tetap sabar, rendah hati, dan tekun menjalankan tugasnya. Kebaikan hati dan ketampanannya menarik perhatian putri Patih Logender, Dewi Anjasmara.
Ia jatuh hati kepada Damarwulan dan diam-diam memberikan dukungan serta bantuan. Sementara itu, ancaman Minak Jinggo semakin besar.
Mengutip Serat Damarwulan terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tidak ada ksatria Majapahit yang mampu mengalahkan kesaktian Minakjinggo. Dalam keadaan terdesak, Damarwulan memberanikan diri menghadap ratu dan menawarkan diri untuk melawan musuh.
Dengan tekad yang kuat dan restu dari Ratu Kencanawungu, ia akhirnya diizinkan berangkat. Dengan bantuan Dewi Anjasmara, Damarwulan mempersiapkan perjalanan menuju Blambangan.
Setibanya di wilayah musuh, ia menyusun rencana untuk menemukan kelemahan Minak Jinggo dan pertempuran besar pun terjadi. Dengan kecerdikan dan keberanian, Damarwulan berhasil mengalahkan dan membunuh Minak Jinggo.
Kemenangan tersebut menjadi titik balik bagi Majapahit. Damarwulan kembali ke istana sebagai pahlawan.
Sebagai balas jasa, ia diangkat menjadi ksatria utama. Dalam beberapa kisah, ia dipersunting oleh Ratu Kencanawungu, sementara Dewi Anjasmara tetap menjadi pendamping setianya.
Namun ada beberapa pihak yang meragukan cerita populer ini dengan alasan tidak pernah ditemukan dalam catatan sejarah. Memang ada kemiripan cerita dengan sejarah perang paregreg antara Wikramawardhana dengan Bhre Wirabumi, tetapi banyak juga ketimpangannya.
Selain itu, ada pendapat bahwa cerita ini hanyalah sebagai gambaran pewayangan (ilustrasi peragaan) dalam pementasan seni langendriya (langendriyan). Langendriyan yang dicipta oleh seorang tokoh yang hidup ratusan tahun setelah Majapahit Runtuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....