Perang Paregreg, antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabumi, Mana yang Benar ?

  • 28 Jul 2026 08:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dalam sejarah, Majapahit dianggap sebagai pemersatu Nusantara yang memiliki kekuasaan setara Republik Indonesia pada saat ini. Bahkan pengaruhnya juga sampai di luar Indonesia.

Kerajaan Majapahit merupakan kelanjutan dari Kerajaan Singasari yang berdiri tidak lebih dari satu abad. Abad 16 Majapahit runtuh dan lenyap sama sekali yang ditandai dengan sengkalan Sirno Ilang Kertaning Bumi.

Keruntuhan Majapahit dikarenakan konflik internal Majapahit yang saling memperebutkan kekuasaan atas hasrat individual yaitu memperebutkan tahta raja Majapahit. Puncaknya ialah ketika terjadi perang saudara antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi.

Kerajaan – kerajaan Nusantara yang dahulu disatukan oleh para pembesar Majapahit akhirnya satu persatu melepaskan diri. Persitiwa ini terjadi sepeninggal Hayam Wuruk pada tahun 1404 sampai 1406.

Pemberontakan dilakukan oleh Bhre Wirabhumi atau Urubima. Dia adalah Adipati Blambangan yang juga merupakan keturunan Hayam Wuruk dari selirnya.

Menurut Kitab Pararaton, Bhre Wirabhumi menjadi anak angkat Bhre Daha istri Wijayarajasa yang bernama Rajadewi. Bhre Wirabumi kemudian menikahi Nagarawardhani yang bergelar Bhre Lasem sang Alemu, putri Bhre Lasem (Duhitendu Dewi) adik Hayam Wuruk.

Penyebab Terjadinya Perang Paregreg

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit memiliki 2 istana. Yaitu istana barat di Trowulan sebagai pusat pemerintahan dan istana timur di Daha sebagai pusat kemiliteran.

Kedua istana ini saling bersinergi satu sama lain. Istana barat diduduki Hayam Wuruk sebagai pemegang pemerintahan Kerajaan Majapahit dan di istana timur ada Wijayarajasa yang tak lain adalah mertua Hayam Wuruk.

Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1389 yang kemudian digantikan oleh keponakan sekaligus menantunya yang bernama Wikramawardhana. Sedangkan pada tahun 1398 Wijayarajasa meninggal yang kemudian digantikan oleh anak angkat sekaligus cucunya yang bernama Bhre Wirabhumi.

Ketika itu Bhre Lasem Duhitendu Dewi sebagai penguasa Kerajaan Lasem sekaligus adik dari Hayam Wuruk meninggal. Jabatan Bhre Lasem diserahkan kepada Nagarawardhani istri dari Bhre Wirabhumi.

Namun disisi lain Wikramawardhana juga mengangkat Kusumawardhani istrinya sendiri sebagai penguasa Kerajaan Lasem . Wikramawardhan seolah menyulut api kepada pihak Bhre Wirabhumi.

Sengketa jabatan Bhre Lasem kemudian menjadi perang dingin antara Istana Barat dan Timur. Hingga akhirnya Nagawardhani dan Kusumawardhani meninggal pada tahun yang sama yaitu pada tahun 1400.

Wikramawardhana kemudian mengangkat menantunya sebagai Bhre Lasem yaitu istri dari Bhre Tumapel. Hal ini menambah panasnya keadaan hingga kemudian menyulut perang saudara bernama perang pareg-reg.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....