Berawal dari Meyakini Kata Lohgawe, Ken Arok merebut Istri Tunggul Ametung
- 28 Jul 2026 08:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ken Arok adalah punggawa cerdas kepercayaan Tunggul Ametung Adipati Tumapel. Ken Arok meyakini kata dari Mpu (Empu) Lohgawe, gurunya, bahwa siapa yang dapat memperistri Ken Dedes akan menjadi Raja Sejagat”.
Berbekal kepercayaan itu, Ken Arok memesan keris kepada Empu Gandring. Empu Gandring sanggup membuatnya dalam kurun satu tahun.
Singkat cerita, baru lima bulan Ken Arok meminta dengan paksa, padahal keris belum selesai dibuat dan belum memiliki rangka. Untuk menguji keampuhannya keris ditusukkan kepada Empu Gandring.
Menjelang kematiannya, Empu Gandring berkata bahwa keris akan meminta korban nyawa tujuh turunan. Sebelum Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, suami Ken Dedes, keris dipinjamkan kepada sahabatnya, Kebo Ijo.
Oleh Kebo Ijo keris dipamerkan dan selalu dibawa ke mana ia pergi untuk mendapatkan perhatian umum. Bagi Ken Arok, dipinjamkannya keris pada Kebo Ijo adalah siasat.
Ken Arok meminta kembali keris dan digunakan untuk membunuh Tunggul Ametung dan siasatnya berhasil. Hampir seluruh masyarakat Tumapel percaya bahwa Kebo Ijo adalah tersangka pembunuhan Tunggul Ametung.
Sepeninggal Tunggul Ametung, Ken Arok memperistri Ken Dedes sekaligus naik Tahta menjadi Raja Tumapel. Saat itu Ken Dedes sedang hamil buah cinta Tunggul Ametung.
Ken Arok memperluas wilayah dan pengaruhnya sampai mampu menguasai Kerajaan Kediri, kemudian mendirikan kerajaan Singasari. Anusapati anak Tunggul Ametung dengan Ken Dedes mengetahui bahwa Ken Arok yang membunuh ayahnya.
Anusapati menuntut balas pembunuhan. Dengan menyuruh pendekar bernama Ki Pengalasan untuk membunuh Ken Arok.
Untuk menghilangkan jejak, Anusapati membunuh Ki Pengalasan dengan keris Empu Gandring pula dan Anusapati pun naik tahta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....