Anusapati, Anak Tiri Pembunuh Ken Arok dengan Keris Gandring

  • 28 Jul 2026 09:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dalam sejarah kelam kadipaten Tumapel menyisakan cerita kelam di Tanah Jawa. Terkait dengan kisah keris gandring yang konon katanya menuntut kematian tujuh turunan.

Korban pertama adalah empu gandring pembuat keris sendiri. Setelah empu Gandring, lalu Adipati Tungul Ametung,

Ken Arok dan Ki Pengalasan dan berlanjut pada cerita pembunuhan berikutnya. Anusapati menuntut balas pembunuhan dengan menyuruh pendekar bernama Ki Pengalasan untuk membunuh Ken Arok.

Untuk menghilangkan jejak, Anusapati membunuh Ki Pengalasan dengan keris Empu Gandring pula dan Anusapati pun naik tahta. Tohjaya putra Ken Arok dengan Ken Umang mengetahui kalau ayahnya, Ken Arok, dibunuh oleh Anusapati.

Tohjaya menuntut balas. Tohjaya mengadakan acara Sabung Ayam kerajaan yang sangat digemari Anusapati.

Saat Anusapati lengah, Tohjaya mengambil keris Empu Gandring dan membunuhnya. Tohjaya naik tahta menggantikan Anusapati namun tidak lama bertahta karena ketidakpuasan muncul di kalangan rakyat dan elit istana.

Akhirnya terjadi peperangan sampai Tohjaya tewas dengan keris Empu Gandring pula. Tahta kerajaan dilanjutkan oleh Ranggawuni dan kerajaan Singasari tercipta kedamaian.

Inilah sekilas perjalanan keris gandring yang membawa banyak petaka dalam sejarah kerajaan Singasari. Sejak terbunuhnya Tohjaya, keris Empu Gandring hilang musna dari catatan sejarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....