Ki Ageng Selo, si Sakti Penakluk Banteng di Demak

  • 20 Jul 2026 17:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Ki Ageng Sela bertempat tinggal di sebuah desa di sebelah timur Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Ki Ageng Selo dikaruniai tujuh anak antara lain Nyai Ageng Lurung Tengah, Nyai Ageng Saba (Wanasaba).

Lima anak lainnya adalah Nyai Ageng Basri, Nyai Ageng Jati, Nyai Ageng Patanen. Juga Nyai Ageng Pakis Dadu, dan bungsunya putra laki - laki bernama Kyai Ageng Enis.

Ki Ageng Sela pernah ditolak menjadi anggota prajurit tamtama Kesultanan Demak. Karena dalam ujian mengalahkan banteng, dia memalingkan kepalanya ketika akibat pukulannya, darah yang menyembur dari kepala banteng, mengenai matanya.

Karena memalingkan kepalanya itu, dia dipandang tidak tahan melihat darah, dan karena itu tidak memenuhi syarat. Dia bercita-cita, jika pengabdian tidak dapat tercapai olehnya sendiri, maka dia mengharapkan keturunannya nanti menjadi seorang pemimpin yang pemberani.

Ia hidup berprofesi sebagai petani yang gemar memperdalam ilmu agama dan tumbuh sebagai seorang yang religius. Di kemudian hari ia benar-benar menjadi orang yang berpengaruh.

Desa tempatnya tinggal bernama desa Sela. Nama Sela berkaitan dengan keberadaan bukit berapi, dan merupakan sumber banyak garam dan api abadi yang terdapat dari wilayah Grobogan.

Di desa tersebut juga Ki Ageng Sela meninggal dan dimakamkan. Dia merupakan sosok guru bagi tiga serangkai Ki Pemanahan, Ki Juru Martani, dan Ki Penjawi.

Selain guru bagi ketiganya, Ki Ageng Selo juga guru bagi Mas Karebet alias Jaka Tingkir. Murid yang satu ini nantinya akan menjadi Raja bernama Sultan Hadiwijaya, sosok pendiri Kesultanan Pajang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....