Ki Ageng Selo, Si Penakluk Petir Keturunan Brawijaya Majapahit
- 20 Jul 2026 16:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dalam Babad Tanah Jawa menyebut Ki Ageng Selo adalah keturunan Raja Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya V. Ayahnya bernama Ki Ageng Getas Pandowo memiliki tujuh anak antara lain Ki Ageng Selo.
Enam saudaranya adalah Nyai Ageng Pakis, Nyai Ageng Purna, Nyai Ageng Kare, Nyai Ageng Wanglu. Selain itu juga Nyai Ageng Bokong, dan Nyai Ageng Adibaya. Ki Ageng Selo lahir di Kota Gede, Yogyakarta.
Ki Ageng Selo juga dikenal dengan nama Ki Ageng Ngabdurrahman, memiliki nama kecil Bagus Songgom. Ia hidup di masa Kesultanan Demak, tepatnya pada masa kekuasaan Sultan Trenggana, awal abad ke-16.
Kakek Moyang Ki Ageng Sela
Prabu Brawijaya melalui pernikahannya dengan putri Wandan Kuning melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Bondan Kejawen. Berdasarkan ramalan, Bondan Kejawen disebut-sebut bakal berperan dalam keruntuhan Kerajaan Majapahit.
Maka, sang Prabu lantas menitipkannya kepada Ki Ageng Tarub. Oleh Ki Ageng Tarub, nama Bondan Kejawen diganti menjadi Lembu Peteng.
Ki Ageng juga mengajari ajaran Islam dan ilmu kesaktian kepada Lembu Peteng. Lembu Peteng lantas dinikahkan dengan putri Ki Ageng Tarub yang bernama Dewi Nawangsih.
Setelah pernikahan ini, Ki Ageng Tarub meninggal sehingga Lembu Peteng didaulat menjadi Ki Ageng Tarub II. Lembu Peteng dan Dewi Nawangsih kemudian dikaruniai dua orang putra dan putri yang diberi bernama Ki Ageng Getas Pandawa dan Nyai Ageng Ngerang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....