Catatan Kelam Sejarah Mahendradatta, Putri Penentang Pengadilan Bali Warmadewa
- 20 Jul 2026 16:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Banyak tinggalan arkeologi di wilayah Bali yangmencerminkan kepercayaan masyarakat Bali yang menganut agama Hindu. Pada beberapa teks lontar sering disebut sebagai Agama Tirtha, dimana air merupakan unsur penting dalam setiap ritual keagamaan.
Juga ditemukan pada sejumlah candi yang dapat ditemui pada wilayah tersebut. Misalnya Candi Gunung Kawi, Candi Kerobokan, Candi Kelebutan, dan Candi Jukut Paku.
Pada beberapa prasasti di Bali, nama Gunapriya Dharmapatni (Mahendradata) kerap disebut lebih dulu sebelum suaminya, Raja Udayana. Hal ini mencerminkan kedudukan terhormat Mahendradatta.
Dia keturunan wangsa yang kala itu berkuasa, yaitu Wangsa Isyana, yang pendahulunya adalah Mpu Sindok atau Maharaja Isyana. Mpu Sindok memiliki putri bernama Sri Isyanatunggawijaya.
Sri Isyanatunggawijaya bersuamikan Sri Lokapala, memiliki putra Makutawangsawardhana. Sedangkan Mahendradatta merupakan putri dari Makutawangsawardhana.
Bentara Budaya Bali bekerjasama dengan Balai Arkeologi Denpasar pernah menghadirkan Pameran tinggalan benda historis dan arkeologis. Eksibisi ini tidak hanya menampilkan sosok Mahendradatta dalam prasasti yang telah didokumentasikan pada foto-foto terpilih.
Lebih jauh merangkum pula temuan-temuan benda peninggalan Kerajaan Bali pra Majapahit lainnya. Disajikan dalam bentuk replika maupun foto seputar arca, prasasti, sarkopagus, hiasan perak, nekara, dan sebagainya.
Sementara para perupa yang tergabung dalam komunitas perupa Tampaksiring memamerkan sket-sket hasil berkarya on the spot di situs-situs sejarah tersebut. Demikian juga para fotografer, menampilkan foto-foto terpilih yang merangkum sosok perempuan dalam tinggalan historis dan arkeologis, serta figur-figur masa kini cerminan dinamika perubahan yang terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....