Benarkah Putri Mahendradatta sosok Penganut Sekte Durga ke Bali dari Jawa ?

  • 20 Jul 2026 16:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Cerita rakyat Bali menyebutkan kisah hidup Putri Mahendradatta yang terkait dengan mitologi Bali tentang Rangda. Dia adalah ibu Airlangga yang nanti akan menjadi raja di Kahuripan.

Cerita berlanjut bahwa sang ratu dikutuk dan diasingkan oleh raja karena diduga berlatih sihir dan ilmu hitam. Setelah dia menjadi janda, terluka dan terhina, dia membalas dendam pada istana mantan suaminya dan seluruh kerajaannya.

Dia memanggil semua roh jahat di hutan, leak dan iblis-iblis yang menyebabkan wabah dan kematian di kerajaan. Dia melanjutkan untuk membalas dendam dengan membunuh setengah kerajaan dengan wabah sebelum diatasi oleh orang suci.

Citra yang kelihatannya buruk dalam cerita rakyat Baliini, mungkin mencerminkan kehidupannya yang sebenarnya. Bahwa pernikahannya berjalan tidak baik baik saja, atau dimotivasi oleh politik pengadilan Bali untuk mendiskreditkan ratu asing Jawa yang berkuasa.

Perjalanan hidup berkeluarganya tidak mulus karena sang ratu menentang pengadilan Bali Warmadewa dan suaminya sendiri. Mahendradatta dikenal karena pengabdiannya pada Durga.

Dia dipercaya membawa sekte Durga ke Bali dari Jawa. Meskipun Durga dikenal sebagai pendamping Siwa, dalam tradisi Jawa dan Bali kuno, Durga digambarkan memiliki sifat yang buruk, berbeda dengan shakti dan dewa lainnya.

Kultus Durga secara tradisional dikaitkan dengan pengorbanan, ilmu hitam dan sihir. Ini menyebabkan penggambaran yang kemudian dikaitkan dengan Rangda, penyihir jahat dalam mitologi Bali.

Sosok Gunapriya Dharmapatni atau yang dikenal sebagai Mahendradatta, sebagai istri Raja Udayana, banyak disebutkan pada prasasti Bali. Antara lain prasasti Serahi tahun 993 M dan prasasti Buahan tahun 994 M, serta prasasti Pucangan tahun 1041.

Sedangkan sosok Mahendradatta mengemuka dalam lontar, antara lain lontar Mpu Kuturan. Pernikahannya dengan Prabu Udayana melahirkan beberapa putra.

Marakatta dan Anak Wungsu adalah putra Mahendradata yang menjadi penerus wangsa ini di Bali. Sedangkan putranya yang lain, yakni Airlangga, kelak bertakhta dan mendirikan Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....