Mengenal Putri Mahendradatta, Ibu Airlangga Raja Kahuripan

  • 20 Jul 2026 16:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Mahendradatta, juga dikenal dengan sebutan Sang Ratu Luhur Gunapriya Dharmapatni. Ia adalah puteri raja Sri Makutawangsawardhana dari Wangsa Isyana (Kerajaan Medang).

Menikah dengan Udayana, raja Bali dari wangsa Warmadewa, yang kemudian memiliki beberapa orang putra. Salah satunya yaitu Airlangga yang kemudian menjadi raja di Jawa (Kerajaan Kahuripan).

Gunapriyadharmapatni lahir pada 961 M dan tumbuh di istana Watugaluh, Jawa Timur. Dia adalah putri Jawa dari Dinasti Isyana di Jawa Timur, putri raja Sri Makutawangsawarddhana dari periode Kerajaan Medang akhir.

Dia juga saudara perempuan Raja Dharmawangsa dari Medang. Kemudian bertunangan dengan raja Bali Udayana, dan pindah ke pulau itu sebagai permaisuri dan mengambil nama Mahendradatta.

Posisinya yang kuat sebagai puteri Kerajaan Medang yang berkuasa telah menyebabkan para sejarawan menyatakan bahwa Mahendradatta adalah ratu penguasa di Bali. Pernikahannya dengan pengikut Medang, keluarga Warmadewa Bali adalah pengaturan politik untuk menyegel Bali sebagai bagian dari wilayah Kerajaan Medang di Jawa Timur.

Posisinya sebagai ratu asing yang kuat telah menyebabkan pengadilan Bali untuk menghormati atau bahkan takut padanya. Setelah kematiannya pada 1011 M, dia didewakan dan digambarkan sebagai Durga Mahisashuramardini (Durga sebagai pembunuh setan-Banteng).

Dimakamkan di kuil di dalam Pura Bukit Dharma Kutri, yang terletak di desa Buruan, Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Di dalam kompleks Bali ini, terdapat beberapa patung Hindu-Budha yang berasal dari sekitar abad ke-10 hingga ke-13 M.

Patung-patung ini penggambaran Amoghapasa, Ganesha, Bhatara, Durga Mahisasuramardhini, dan Buddha. Peninggalan-peninggalan kerajaan Bali Kuno atau kerajaan Bali pra Majapahit, banyak ditemukan di daerah dataran tinggi hingga dataran rendah.

Sepanjang aliran sungai sungai dari hulu sampai hilir juga banyak ditemukan peninggalan Bali kuno. Terutama sepanjang daerah aliran sungai Pakerisan, Petanu, Tampaksiring, Pejeng, hingga Bedulu (Gianyar) dan juga di sekitar wilayah Kintamani, Bangli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....