Festival Lima Gunung ke-25, Seniman Petani Usung Tema Unik "Makin Goblok Bareng"

  • 07 Jul 2026 13:54 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Festival Lima Gunung
  • Festival Lima Gunung ke-XXV
  • Komunitas Lima Gunung
  • Makin Goblok Bareng

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang- Festival Lima Gunung kembali digelar dengan mengusung tema yang tak biasa, yakni "Makin Goblok Bareng". Tema tersebut mewarnai penyelenggaraan Festival Lima Gunung ke-25 atau pesta perak yang akan berlangsung di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, pada 10–12 Juli 2026.

Festival budaya yang digagas para seniman petani dari lereng Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh itu kembali menjadikan Dusun Warangan sebagai tuan rumah. Tahun ini menjadi kali ketiga dusun tersebut dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan festival.

“Dusun Warangan ini menjadi tuan rumah Festival Lima Gunung untuk ketiga kalinya, yakni Festival Lima Gunung pertama di tahun 2022, kemudian Festival Lima Gunung kedua tahun 2023 dan Festival Lima Gunung ke-13 tahun 2024. Di tahun 2026 atau bertepatan dengan pesta perak (25 tahun) kesenian para petani gunung, Dusun Warangan kembali menjadi tuan rumah,” kata Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono, Selasa, 7 Juli 2026.

Sujono menjelaskan, tema "Makin Goblok Bareng" mengajak masyarakat untuk tetap rendah hati di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tema tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap orang perlu terus belajar dan menyadari keterbatasan diri.

Menurutnya, tema itu sekaligus memperkuat semangat Komunitas Lima Gunung dalam merawat kebudayaan dan kearifan lokal pedesaan. Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong menjadi ruh yang terus dijaga selama festival berlangsung.

Sujono menambahkan, Festival Lima Gunung tetap mempertahankan prinsip swadaya sejak pertama kali digelar. Selama 25 tahun penyelenggaraan, festival tidak pernah menggunakan dana sponsor dari pemerintah maupun pihak swasta.

“Para seniman dari Lima Gunung telah sepakat dalam penyelenggaraan festival tidak menggunakan sponsor pendanaan dari pihak swasta maupun pemerintah. Swadaya dari seniman Lima Gunung dan masyarakat yang dijadikan tempat,” katanya.

Sementara itu, pegiat Komunitas Lima Gunung, Endah Pertiwi, mengatakan panitia membatasi jumlah penampil karena keterbatasan waktu pelaksanaan. Tingginya minat kelompok seni membuat panitia harus melakukan proses kurasi peserta.

“Kami membatasi jumlah pengisi acara karena terbatasnya waktu pelaksanaan festival. Panitia juga harus melakukan kurasi peserta, yang disebabkan tingginya minat kelompok seni untuk tampil di Festival Lima Gunung ini,” kata Endah.

Sebanyak 85 kelompok seni dari berbagai daerah di Indonesia akan tampil selama tiga hari penyelenggaraan festival. Masing-masing kelompok mendapat waktu pentas selama 15 menit untuk menampilkan karya seni di lereng Gunung Merbabu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....