Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus, Ribuan Warga Rela Antre Demi Nasi Jangkrik
- 25 Jun 2026 13:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Ribuan warga memadati kawasan Masjid Menara Kudus sejak Rabu malam, 24 Juni 2026, untuk mengikuti tradisi buka luwur makam Kanjeng Sunan Kudus. Mereka rela mengantre sejak dini hari demi mendapatkan nasi jangkrik yang dibagikan usai salat subuh sebagai bagian dari rangkaian tradisi 10 Muharam.
Tradisi buka luwur merupakan agenda tahunan yang selalu menarik perhatian masyarakat, baik dari Kudus maupun luar daerah. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada Sunan Kudus sebagai penyebar Islam di wilayah Kudus dan sekitarnya, tradisi ini juga dimaknai warga sebagai momentum ngalap berkah.
Salah satu pengurus Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3K), Denny Nur Hakim, mengatakan seluruh rangkaian buka luwur dibiayai dari partisipasi masyarakat. Sumbangan yang diberikan tidak hanya berupa uang, tetapi juga kerbau, kambing, beras, kain, dan kebutuhan lainnya.
"Setiap kegiatan buka luwur ini pendanaan berasal dari masyarakat, tidak hanya berupa uang tetapi berupa hewan kerbau dan kambing, beras serta kain dan lainnya. Setiap tanggal 9 Muharram hewan-hewan itu diolah menjadi dua menu masakan kesukaan Kanjeng Sunan Kudus,” ujarnya, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan, dua menu yang identik dengan tradisi buka luwur adalah asem uyah dan masakan jangkrik. Tahun ini, sumbangan masyarakat mencapai 22 ekor kerbau dan 92 ekor kambing yang kemudian diolah untuk dibagikan kepada warga.
Menurut Denny, panitia menyiapkan sekitar 34 ribu bungkus nasi uyah asem untuk dibagikan kepada masyarakat. Sementara masakan jangkrik tidak dibungkus karena berkuah dan dikhawatirkan cepat basi jika disimpan terlalu lama.
Ia menjelaskan, sumbangan masyarakat tersebut kemudian diolah dan dibuat menu asem uyah dan masakan jangkrik. Sebanyak 34 ribu nasi uyah asem dibungkus dan dibagikan kepada warga yang hadir.
“Kenapa yang kita bungkus adalah nasi uyah asem, karena bila yang kita bungkus adalah nasi jangkrik dan berkuah takutnya cepat basi. Alhamdulillah, sebelum subuh tadi juga sudah kita mulai bagikan kepada warga,” tutur Denny.
Dari pantauan di lapangan, antrean warga masih terlihat hingga sekitar pukul 08.30 WIB, meski tidak sepanjang saat subuh. Sejumlah warga yang datang belakangan pun masih beruntung mendapatkan nasi jangkrik.
Dua mahasiswi asal Jepara, Hawa dan Aulia, mengaku baru pertama kali mengikuti tradisi tersebut. Mereka berdua mengantre pada pukul 08.00 pagi dan masih mendapatkan nasi jangkrik.
“Baru kali ini saya ikut antri nasi jangkrik di Menara Kudus. Ini sebagai ngalap berkah dari Kanjeng Sunan Kudus,” ujar kedua mahasiswi UMK jurusan Psikologi tersebut. (RK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....