Bambang Aswatama, si Sakti Pemorak Poranda Pandawa

  • 27 Jun 2026 14:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bambang Aswatama adalah putra Resi Drona dari padepokan Sukalima, dengan Dewi Krepi, putri Prabu Purungaji dari negara Tempuru. Ia mempunyai kelainan fisik yaitu berambut dan bertelapak kaki kuda.

Penyebabnya karena ketika awal mengandung dirinya, Dewi Krepi sedang beralih rupa menjadi kuda Sembrani. Peristiwa ini dilakukan Krepi dalam upaya menolong Bambang Kumbayana/Resi Drona terbang menyeberangi lautan dari negeri Atasangin menuju Tanah Jawa.

Pada perang Bharatayuddha, Drona gugur karena terkena siasat oleh para Pandawa. Mereka menyebarkan kabar bohong bahwa Aswatama telah gugur untuk mengacaukan emosi Druna.

Padahal yang dimaksud telah gugur itu bukan Aswatama manusia. Melainkan nama seekor gajah yang bernama Hestitama (Hesti berarti "Gajah") namun dalam teriakan terdengar kata mirip Aswatama.

Lalu Drona menjadi putus asa setelah ia menanyakan kebenaran kabar tersebut kepada Yudhistira yang dikenal tak pernah berbohong. Aswatama merasa kecewa dengan sikap Duryodana yang terlalu membela Salya yang dituduhnya sebagai penyebab gugurnya Karna.

Aswatama memutuskan untuk mundur dari perang Bharatayuda. Setelah Perang Bharatayuda berakhir dan keluarga Pandawa pindah dari Amarta ke Hastinapura, secara tersembunyi Aswatama masuk menyelundup ke dalam istana Hastinapura.

Ia berhasil membunuh beberapa tokoh pihak Pandawa Drestajumena (pembunuh ayahnya), Pancawala (putera Puntadewa), Banowati (Janda Duryodana) dan Srikandi. Diceritakan bahwa akhirnya Aswatama mati oleh Bima dalam perang tanding, karena badannya hancur dipukul Gada Rujakpala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....