Seni Ukir Tak Lagi Kuno, Mahasiswa USM Kenalkan Warisan Budaya ke Anak-anak

  • 18 Jun 2026 08:50 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Seni ukir yang selama ini identik dengan karya tradisional dan kalangan dewasa diperkenalkan kepada anak-anak usia dini melalui cara yang menyenangkan. Kelompok Nawasena Universitas Semarang (USM) mengajak anak-anak PAUD mengenal seni ukir melalui kegiatan kreatif mewarnai motif ukiran tradisional.

Kegiatan bertajuk Kampanye Budaya "Seni Ukir di PAUD Wijaya Kusuma, Sendangmulyo, Semarang" tersebut digelar oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi USM. Program ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Ketua kegiatan, Aditya Pratama, mengatakan kegiatan dikemas dalam bentuk lomba mewarnai agar lebih mudah diterima anak-anak. ''Anak-anak diajak untuk mengenal ragam motif ukiran tradisional Indonesia sekaligus menyalurkannya melalui kreativitas mewarnai,'' katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka menuangkan kreativitas dengan mewarnai berbagai gambar motif ukir yang telah disiapkan panitia.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan piala kepada para pemenang lomba sebagai upaya memotivasi anak-anak agar terus mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal budaya bangsa. ''Kami berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta budaya lokal pada anak-anak sejak dini serta menjadi sarana pembelajaran kreatif yang menyenangkan di lingkungan pendidikan usia dini,'' ujarnya.

Aditya menambahkan, pihaknya ingin mengubah cara pandang anak-anak terhadap seni ukir. Menurutnya, ukiran tidak hanya dipahami sebagai benda pajangan atau koleksi museum, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang patut dibanggakan.

Selain mengenalkan seni ukir, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai kesabaran, ketekunan, dan kreativitas kepada peserta. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses lahirnya sebuah karya seni ukir.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan cara mewarnai gambar ukiran. ”Sehingga menjadi karya seni yang bernilai tinggi,'' ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....