Sejarah Panjang Wayang Beber, sejak Zaman Kerajaan Jenggala hingga Kemerdekaan
- 17 Jun 2026 11:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dari sejarahnya, wayang beber melewati masa demi masa, sejak masa kerajaan sampai kemerdekaan. Berikut catatan perkembangan melalui urutan tahun masehi:
1223 M: Pada zaman Kerajaan Jenggala, wayang beber merupakan gambar-gambar pada daun siwalan atau lontar.
1244 M: Wayang Beber mulai digambar di atas kertas yang terbuat dari kayu dengan penambahan berbagai ornamen. Ini bertepatan dengan pemindahan keraton Kerajaan Jenggala ke Pajajaran.
Kertas tersebut dinamakan dlancang gedhog dengan warna kekuningan. Pada masa ini, wayang beber masih disebut wayang purwa dengan pewarnaan hitam dan putih.
1316 M: Pada Zaman Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Jaka Susuruh, kertas wayang mulai dipasangi tongkat kayu pada setiap ujungnya. Tongkat ini mempermudah penggulungan dan penyimpanan.
Lebih nyaman untuk dipegang, dibuka, dan dipajang ketika pementasan. Pada masa ini, nama wayang beber mulai digunakan.
Wayang Beber Kontemporer
Seiring waktu, perkembangan zaman menuntut wayang beber untuk turut menyesuaikan. Kemudian, muncul wayang beber kontemporer.
Bentuk karakter wayang berubah dan semakin bervariasi, cerita wayangpun juga mengalami perubahan. Wayang klasik biasa menyajikan cerita Mahabharata dan Ramayana, sedangkan wayang kontemporer lebih menonjolkan cerita tentang kehidupan masyarakat saat ini.
Dalam pertunjukanya wayang kontemporer berperan penting dalam menanggapi dan mengkritisi kondisi masyarakat saat ini. Baik dalam bidang politik, pemerintahan, ekonomi, pembangunan dan sosial budaya.
Dani Iswardana, pencetus wayang beber kontemporer pada 2005 yang pementasan pertama kalinya diselenggarakan di Balai Soedjatmoko, Solo. Wayang beber gagasan Dani lebih mengarah kepada cerita dengan muatan kritik sosial.
Berbeda lagi dengan wayang beber kontemporer yang dilestarikan oleh komunitas Wayang Beber Metropolitan, Jakarta. Lakon yang dibawakan merupakan kisah kehidupan di Jakarta lengkap dengan isu-isu perkotaan dan solusi yang diwacanakan.
Wayang Beber Metropolitan bukan wayang yang bisa berdiri sendiri dengan tema dan bentuk yang sudah ada. Namun, terbentuk dari berbagai unsur seni dan unsur pementasan.
Mereka juga menggunakan berbagai fenomena yang ada pada masyarakat modern untuk menentukan bentuk wayang yang akan ditampilkan dalam sebuah pertunjukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....