Jejak Tradisi Suronan di Tanah Jawa

  • 08 Jun 2026 14:07 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bagi sebagian masyarakat Jawa, datangnya malam Satu Suro bukan hanya sekadar pergantian tahun. Momen tersebut seringkali dimanfaatkan masyarakat untuk berdoa dan menjalankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi yang dikenal sebagai Suronan itu masih dapat dijumpai di berbagai daerah. Beragam kegiatan juga dilakukan sebagai bagian dari penyambutan tahun baru Jawa.

Menelisik sejarahnya, Suronan memiliki kaitan dengan penanggalan Jawa yang sudah berkembang sejak masa lampau. Tradisi ini kemudian menjadi salah satu bagian dari kehidupan masyarakat Jawa di berbagai daerah.

Memasuki malam satu Suro, sejumlah masyarakat biasanya menggelar doa bersama maupun tirakatan. Kegiatan tersebut menjadi sebuah waktu untuk merenungkan perjalanan hidup sekaligus menyambut tahun yang baru.

Selain doa dan tirakatan, malam satu Suro juga diisi dengan berbagai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kirab budaya dan jamasan pusaka menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan yang masih dijaga hingga saat ini.

Dengan hadirnya masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan, peringatan Suronan berlangsung dengan penuh kebersamaan. Berbagai prosesi yang digelar menjadi wadah untuk memanjatkan doa dan harapan menyambut tahun yang baru.

Tidak hanya menjadi sebuah refleksi tahunan, Suronan juga mengandung nilai refleksi dalam kehidupan masyarakat Jawa. Melalui tradisi ini, masyarakat diajak bersama-sama untuk kembali menata langkah dan memperbaiki diri.

Karena itulah, Suronan masih terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Keberadaanya menunjukkan bagaimana nilai budaya dan spiritual tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....