Wabup Purworejo: Keris Tidak Sekadar Koleksi, tetapi Identitas Budaya
- 05 Jun 2026 13:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo – Wakil Bupati(Wabup) Purworejo Dion Agasi Setiabudi menegaskan keris dan berbagai pusaka atau tosan aji tidak hanya dipandang sebagai benda koleksi, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya bangsa yang harus terus dilestarikan. Oleh karena itu, generasi muda perlu dilibatkan dalam upaya menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Dion saat menghadiri kegiatan Ngaji Budoyo Tosan Aji, Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Paguyuban Seni Budaya Ngleluri Tosan Aji Paseban Risangaji di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo.
Di hadapan para pegiat budaya dan kolektor pusaka, Dion mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang hadir. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan masih kuatnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian warisan budaya adiluhung yang dimiliki Kabupaten Purworejo.
"Alhamdulillah, bapak ibu yang hadir ini merupakan orang-orang yang peduli kebudayaan yang adiluhung. Sebenarnya bukan hanya budaya, tetapi yang lebih tinggi yaitu identitas budaya," kata Dion.
Kolektor keris tersebut menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan global, budaya harus menjadi fondasi yang menjaga jati diri bangsa. Tanpa akar budaya yang kuat, masyarakat berisiko kehilangan identitas dan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya menjaga keberadaan keris sebagai benda budaya, melainkan memastikan generasi muda memahami makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya. “Kegiatan seperti ini jangan hanya berhenti pada penikmat seni budaya, tetapi harus menjangkau anak-anak muda," ujarnya.
Ia berharap kegiatan Ngaji Budoyo Tosan Aji tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para pecinta pusaka. Akan tetapi, juga menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada masyarakat luas, khususnya kalangan generasi muda.
Dion menegaskan pelestarian tosan aji tidak boleh berhenti pada perawatan fisik bilah keris semata. Nilai filosofi, kearifan lokal, serta pesan moral yang terkandung di dalamnya harus terus diwariskan agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan pelestarian budaya yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Purworejo optimistis keris sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui UNESCO akan tetap hidup. Tidak sekadar sebagai benda koleksi yang tersimpan di etalase, tetapi juga sebagai identitas budaya masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....