Tradisi Ancakan Warnai Sambut Idul Adha

  • 26 Mei 2026 19:35 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Menjelang Idul Adha, masyarakat di Kabupaten Demak masih menjaga salah satu tradisi bernama Ancakan. Tradisi tersebut sudah menjadi bagian dari kebersamaan yang terus diwariskan hingga sekarang.

Sejak sore hari, masyarakat biasanya mulai membawa berbagai makanan dari rumah masing-masing. Makan tersebut, nantinya akan dikumpulkan di masjid, mushola dan juga beberapa area yang ada di perkampungan.

Suasana hangat mulai terasa ketika masyarakat berkumpul sambil menunggu doa bersama dimulai. Anak-anak hingga orang tua turut mengikuti tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun tersebut.

Dalam pelaksanaannya, makanan yang dibawa masyarakat disusun berjajar sebelum dibagikan bersama-sama. Dari kebersamaan itulah, tradisi Ancakan menjadi sebuah simbol kerukunan bagi masyarakat Demak.

Tidak hanya menghadirkan suasana penuh kekeluargaan, tradisi tersebut juga memiliki makna keagamaan bagi masyarakat setempat. Ancakan mengingatkan kepada masyarakat mengenai pentingnya sedekah, doa dan rasa syukur.

Setelah dilakukan doa bersama, makanan kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar. Momen tersebut pada akhirnya sering dimanfaatkan bagi warga untuk mempererat hubungan antar tetangga.

Hingga kini, tradisi Ancakan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Demak. Dari tradisi tersebut, nilai kebersamaan masih terus terasa di tengah kehidupan masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....