Lima Jari jemari dalam Tembang Macapat Asmarandana Memberi Edukasi Karakter
- 07 Mei 2026 14:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tembang macapat yang serasa lagu dolanan biasa, memberika edukasi karakter yang begitu dalam maknanya. Begitulah para leluhur memberikan wejangan tanpa menggurui, agar tidak menyakiti siapapun juga melalui tembang macapat.
Dengan sanepan, dengan simbol, yang baru bisa dipahami dengan mengolah rasa. Tidak cukup hanya didengar maupun dibaca dan sebatas dipikirkan.
Kita diajak berpikir dan merenungkan mengupas arti sanepan (kiasan) yang diberikan agar menjadi tetap ingat melekat dalam sanubari dan tidak mudah dilupakan.
Sebuah lagu macapat yang menceritakan tentang lima saudara tercipta secara kodrati beda bentuk, fungsi dan posisi. Ibu jari atau Jempol berbentuk gemuk dan paling pendek, kedua Telunjuk (Panuding), ketiga Jari Tengah (Panunggul) sebagai yang paling tinggi, keempat Jari Manis, dan kelima Enthik (Jenthik) jari Kelingking yang paling kecil.
Suatu hari si Manis merasa iri hati kepada Panunggul karena besar dan paling tinggi di antara semuanya, lalu berkata pada Enthik "Si Panunggul patenana". Enthik pun bertanya "Panunggul opo salahe?" kembali si manis mempengaruhi "Salahe ngungkul-ungkuli ing sasama".
Lalu Jempol ikut nimbrung dan mengingatkan: "Dhi aja dhi, ndak kuwalat". Mendengar itu semua Telunjuk membenarkan "Lha iyo, bener kandamu", dan untuk mengakhirinya si Jempol mengatakan "Lali sumber, ketiwasan".
Beruntung semua saudara mau mendengarkan si Jempol, hasutan si Manis untuk membunuh karena iri hatinya tidak pernah terjadi. Andaikan Enthik (Jenthik) tidak mau mendengarkan maka terjadilah pembunuhan dan kehilangan salah satunya.
Kenapa jari tangan menjadi pilihan para leluhur untuk memberikan pesan pitutur (nasihat)? Tidak lain agar kita mudah mengerti apa yang disampaikan.
Bisa kita renungkan, andaikan salah satu jari kita hilang, yang manapun itu, apa rasa dan akibatnya dari kegiatan kehidupan kita? Disinilah kita temukan pitutur luhur Jawa yang selalu mengajarkan rasa empati, simpati kegotong royongan dan kebersamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....