Ciri ciri Unik Sajian Gending Banyumasan yang Tak dimiliki Daerah Lain

  • 11 Mei 2026 16:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Wiwit kuna mengkuna wis ana gendhing,

Pacul Gowang Banyumasan,

Dualulu u u u u u u u wing,

Senggake melung-melung,

Randha rindhi randha,

Pacule Gowang

Begitu bunyi lirik salah satu gendhing karawitan Banyumas yang berjudul 'Pacul Gowang'. Lagu tersebut dinyanyikan oleh para sinden dan gerong dengan alunan gendhing khas Banyumas.

Berbicara tentang karawitan sendiri, karawitan berasal dari kata rawit yang berarti kecil, halus, dan rumit. Unsur dari karawitan adalah adanya penggunaan laras pelog/slendro secara instrumental, vokal, maupun gabungan keduanya.

Seperti jenis kesenian lain di Indonesia, karawitan memiliki banyak jenis atau aliran diantaranya adalah karawitan Surakarta dan karawitan Banyumas. Karawitan Banyumas sendiri masih dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Banyumas Asli, Banyumas Wetanan, serta Banyumas Sunda.

Karawitan Banyumas disebut sebagai karawitan gendhing vokal karena keberadaannya yang tidak pernah lepas dari vokal. Dalam karawitan Banyumas, apabila tidak ada vokal, maka akan terasa kurang lengkap dan kurang ramai.

Ciri utama dari seni karawitan Banyumas ini adalah vokal yang lebih gayeng (ramai). Di setiap penyajiannya, selalu ada gerong yang meramaikan suasana. 'Hee..aa!', 'E..o..e..', 'Ha..e..ha..e..hok..ya!' begitulah suara yang akan selalu kita dengar di tiap penyajian karawitan Banyumas.

Karawitan Banyumas bersifat kerakyatan, ramai, spontan, dan tidak terikat aturan dengan ketat. Berbeda halnya dengan karawitan Surakarta yang biasanya dimainkan untuk acara adat, karawitan Banyumas lebih sering dimainkan dalam acara-acara pesta rakyat contohnya untuk mengiringi ebeg (kuda lumping khas Banyumas), atau untuk mengiringi guyon maton.

Salah satu alat gamelan yang menonjol dari karawitan Banyumas adalah kendhang. Kendhang biasanya dimainkan cepat sehingga menambah tempo dari gendhing banyumasan.

Dalam kendhang gaya banyumasan, ada istilah singget (kendhangan peralihan dari permainan gamelan yang keras ke lirih/bersuara kecil untuk masuknya lagu dan sebaliknya). Sekaran (dimainkan sepanjang lagu), serta suwuk(tanda berakhirnya gendhing).

Karawitan Banyumas juga biasa dipadukan dengan calung. Calung adalah alat musik dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul dengan dua tabuh di kedua tangan.

Contoh gendhing banyumasan adalah Pacul Gowang, Bendrong Kulon, Ricik-ricik, Dobher, Gudril, dan masih banyak lagi.

Kini, keberadaan karawitan Banyumas semakin langka. Dalam perayaan yang dilakukan masyarakat Banyumas sendiri, lebih sering menggunakan musik dangdut daripada karawitan Banyumas ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....