Hari Tari Sedunia, 400 Penari di Kendal Serukan Peduli Lingkungan
- 29 Apr 2026 18:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal – Ratusan penari di Kabupaten Kendal menggelar tari massal untuk mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan sungai. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia yang jatuh pada 29 April.
Tari massal dilaksanakan di sekitar Sungai Kendal yang masih dijumpai banyak sampah, Rabu, 29 April 2026. Lokasi tersebut dipilih sebagai simbol ajakan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Sekitar 400 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari sanggar tari, pelajar, hingga aparatur sipil negara. Sejumlah tokoh juga turut hadir, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Kendal Niken Larasati dan Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kendal Sugiarti Agus Dwi Lestari.
Para peserta membawakan Tari Kendal Beribadat dengan properti kipas. Tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah “Aku adalah Kipas”.
Kegiatan diawali dengan ritual tari di atas jembatan Sungai Kendal oleh Ketua Komunitas Tari Kendal, Gembong Sapto Nugroho bersama para pelatih tari. Selanjutnya, seluruh peserta menari bersama dalam satu rangkaian pertunjukan.
Gembong Sapto Nugroho mengatakan tema “Aku adalah Kipas” mengandung pesan untuk terus menghembuskan semangat menjaga lingkungan. Ia menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi masalah.
“Dengan cara ini para pegiat seni menyampaikan pesan agar semangat untuk menjaga lingkungan menjadi bersih. Terutama tidak membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kendal, Niken Larasati menyebut peringatan ini sebagai bentuk apresiasi bagi para seniman tari. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk menjaga suasana lingkungan tetap sejuk dan bersih.
“Kipas itu bisa mendinginkan. Harapannya kondisi di Kabupaten Kendal tetap sejuk atau dingin,” katanya.
Niken juga menekankan pentingnya edukasi kepada generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan. “Kami berharap kepada adik-adik, jangan pernah membuang sampah ke sungai, agar sungai ini betul-betul memberikan kehidupan untuk masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, Sanggar Tari Sekar Tanjung mengikutsertakan 65 penari, sedangkan Sanggar Tari Krida Budaya mengirimkan 36 penari. Para peserta telah berlatih selama sekitar satu bulan untuk mempersiapkan penampilan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....