Tradisi Pengantin Tebu Buka Musim Giling di PG Rendeng Kudus
- 29 Apr 2026 17:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus – Tradisi arak-arakan pengantin tebu menjadi penanda dimulainya musim giling di PG Rendeng Kudus. Prosesi budaya ini digelar sebagai bentuk kearifan lokal sebelum tebu diolah menjadi gula, Rabu, 29 April 2026.
Kirab pengantin tebu dilakukan dari arah selatan menuju pabrik gula. Setibanya di lokasi, tebu yang telah dihias layaknya pengantin kemudian dimasukkan ke mesin penggilingan sebagai simbol dimulainya proses produksi.
General Manager PG Rendeng, Erwin Fitrihatmoko, menjelaskan pengantin tebu putra diberi nama Raden Bagus Langgeng Laksono Wijoyo. Sementara pengantin tebu putri bernama Roro Sri Rahayu Semsening Manis.
Pengantin tebu putra diambil dari kebun petani di Desa Besito. Sedangkan pengantin tebu putri berasal dari kebun milik PG Rendeng di Desa Peganjaran.
Erwin menyampaikan musim giling tahun ini diperkirakan berlangsung selama lima bulan ke depan. Target produksi mencapai 400 ribu ton tebu dengan rendemen sekitar 7 persen.
“Selama musim giling ini kami targetkan 28 ribu ton gula per hari. Ada kenaikan 120 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan pasokan tebu berasal dari sejumlah daerah, seperti Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora. Total luas lahan mencapai 5.400 hektare, termasuk 600 hektare milik PG Rendeng di Jepara dan Rembang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Didik Tri Prasetiyo, mengatakan tradisi pengantin tebu menjadi simbol dimulainya musim giling. Ia berharap produksi gula tahun ini dapat meningkat dengan kualitas yang baik.
“Kami berharap produksi gula di PG Rendeng hasilnya bagus termasuk rendemen tebunya sehingga akan menghasilkan gula yang berkualitas. Semoga di Jawa Tengah mampu untuk berswasembada gula,” katanya. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....