Laesan Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

  • 27 Apr 2026 20:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Kesenian tradisional Laesan asal Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, kini resmi menyandang status sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI). Pengakuan tersebut ditandai dengan diterbitkannya sertifikat untuk Kabupaten Rembang sebagai bentuk apresiasi atas upaya pelestarian budaya lokal.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Proses pengusulan telah dimulai sejak tahun lalu, dan penetapan dilakukan pada akhir Desember 2024.

Adapun sertifikat pengakuan diserahkan pada 21–22 April 2026. “Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Rembang. Prosesnya cukup panjang hingga akhirnya Laesan Lasem diakui secara nasional,” ujarnya.

Meski demikian, Isti menegaskan, proses pengajuan Warisan Budaya Tak Benda tidaklah mudah. Dibutuhkan data yang akurat dan lengkap, mulai dari sejarah, nilai budaya, hingga keaslian unsur-unsurnya.

“Untuk menuju sertifikasi itu memang tidak mudah. Kita harus mencari sumber data yang benar-benar akurat dan menjelaskan secara runtut. Misalnya untuk kuliner, harus detail soal sejarahnya, bumbunya apa saja, hingga cara membuatnya. Semua harus autentik,” jelasnya.

Selain aspek data, dukungan anggaran juga menjadi faktor penting dalam proses pengusulan ke tingkat nasional. Ke depan, Dinbudpar Rembang menargetkan tidak hanya kesenian, tetapi juga berbagai potensi budaya lain seperti kuliner khas daerah dapat diajukan sebagai WBTBI setiap tahunnya.

Sebagai langkah pelestarian, kata dia, Dinbudpar berencana menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang untuk mengenalkan kesenian Laesan kepada generasi muda melalui dunia pendidikan. Harapannya Laesan bisa diajarkan di sekolah-sekolah, baik melalui pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.

"Ini akan memperkaya khazanah seni daerah selain Tari Gondorio dan Tari Orek-Orek yang sudah lebih dulu dikenal,” tambahnya. Selain itu, peluang penyelenggaraan lomba maupun event khusus juga tengah dipertimbangkan guna meningkatkan eksistensi Laesan di tengah masyarakat.

Dengan status baru sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, kesenian Laesan Lasem diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga terus hidup, berkembang, dan dikenal luas oleh generasi mendatang. (Mif)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....