Teater BUIH FEB UNDIP Siap Hadirkan "Maling"

  • 27 Apr 2026 09:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Panggung teater kampus kembali berdenyut membawa narasi segar yang memotret realitas sosial di tengah riuhnya dunia akademik. Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNDIP yang tergabung dalam Teater BUIH, bersiap menyuguhkan pementasan drama bertajuk "Maling".

Naskah karya Auf Sahid ini dipilih karena kekuatannya dalam membedah fenomena ketimpangan sosial melalui kacamata yang jenaka namun tajam. Gedung Prof. Soedarto, Tembalang, akan menjadi saksi bagaimana isu keadilan ditarik ke atas panggung pada 6 Mei 2026 mendatang.

Pertunjukan ini tidak tampil kaku seperti pementasan konvensional, melainkan mengusung konsep interaktif yang sangat dekat dengan denyut nadi anak muda. Penonton tidak hanya duduk diam, tetapi diajak masuk ke dalam atmosfer cerita untuk merasakan emosi yang dibangun oleh para pemain.

Sang sutradara, Mbelek, sengaja mengemas naskah ini dengan balutan komedi ringan agar pesan moralnya dapat meresap ke seluruh lapisan masyarakat. Di balik tawa yang pecah, tersimpan sindiran halus mengenai bagaimana hukum dan keadilan sering kali berjalan beriringan dengan kepentingan.

Karakter-karakter dalam lakon ini pun dibawakan dengan penuh penjiwaan oleh talenta muda berbakat seperti Suli yang memerankan sang Maling. Dinamika cerita semakin hidup dengan hadirnya tokoh Maman yang diperankan Areng serta sosok Lurah yang dibawakan secara apik oleh Melet.

Kehadiran Hobah sebagai Surti, Gerang sebagai Joko, serta Sikat yang menjadi Hansip, mempertegas warna lokal dalam setiap adegan yang ditampilkan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga piawai dalam mengolah rasa melalui seni peran.

Pementasan ini menjadi oase di tengah gempuran hiburan digital yang serba instan, sekaligus menjadi ajang pembuktian eksistensi Teater BUIH. Melalui seni panggung, mereka berupaya menjaga identitas budaya agar tetap relevan dan diminati oleh generasi muda di lingkungan kampus.

Diharapkan melalui aksi ini, masyarakat luas khususnya mahasiswa dapat lebih mengenal kedalaman seni teater sebagai media berekspresi yang jujur. Keberanian para pemain dalam beradu peran diharapkan mampu menginspirasi penonton untuk lebih berani dalam berkarya dan bersuara.

Nuansa kedekatan juga dibangun melalui sesi bincang santai dengan para pemain dan tim kreatif di balik tirai seusai pementasan berakhir. Ruang dialog ini bertujuan untuk membedah proses kreatif serta filosofi peran yang mungkin terlewatkan selama pertunjukan berlangsung di atas panggung.

Hal ini menjadi kesempatan langka bagi penikmat seni untuk memahami teknis pementasan dari sudut pandang para pelakunya secara langsung. Antusiasme yang tinggi terlihat dari keterisian kursi yang terus meningkat seiring mendekatnya hari pementasan di awal bulan Mei nanti.

Bagi masyarakat yang tidak ingin melewatkan momentum budaya ini, informasi mengenai tiket dan jadwal dapat diakses melalui kanal resmi media sosial mereka. Akun Instagram @teaterbuihofficial menjadi pintu utama bagi siapa saja yang ingin menyaksikan bagaimana "Maling" beraksi.

Mengingat ketersediaan tempat yang sangat terbatas, partisipasi lebih awal menjadi kunci untuk mengamankan posisi di dalam gedung pertunjukan. Mari menjadi bagian dari perjalanan seni yang penuh kejutan, emosi, dan tentunya pesan moral yang mendalam bagi kehidupan.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri para pelaku seni kampus. Selain itu, pementasan ini bertujuan menghidupkan kembali nyala seni teater di Semarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....