Nyi Ageng Serang, Perempuan Panglima Perang Dari Jawa Nenek Ki Hajar Dewantara
- 26 Apr 2026 17:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID - Semarang: Tokoh kita kali ini merupakan sosok yang sangat istimewa. Bukan semata-mata karena mendapat gelar Pahlawan Nasional.
Nyi Ageng Serang, dianugrahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1974. Sedangkan cucunya, Ki Hadjar Dewantara, lebih dulu dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional, yaitu pada tahun 1959.
Ki Hadjar Dewantara, cucunya, dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional lebih karena peran dan sumbangannya di dunia pendidikan. Sang nenek, Nyi Ageng Serang, dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional karena jasa-jasanya melawan Belanda, memimpin pertempuran langsung di medan perang.
Nyi Ageng Serang adalah pejuang wanita, pahlawan nasional wanita yang tidak banyak dikenal tidak juga diceritakan dalam buku-buku sejarah. Kebanyakan kisahnya hanya didengar dari cerita lisan, cerita rakyat. Lalu siapakah sebenarnya Nyi Ageng Serang?
Sosok perempuan pemberani dan pemimpin pasukan perang yang anggotanya tidak hanya kaum perempuan dalam Perang Diponegoro. Juga dikenal sebagai sosok yang mahir menaiki kuda dan menggunakan senjata.
Saat diangkat sebagai penasihat perang, usia Nyi Ageng Serang sudah sangatlah sepuh. Namun, semangatnya dalam melawan penjajah untuk membela Tanah air dan bangsa tidaklah surut.
Landasan perjuangan Nyi Ageng Serang pada waktu itu adalah berjuang melawan penjajahan, membela bangsa dan menjaga martabat bangsa dan tanah airnya. Nyi Ageng Serang melihat banyak rakyatnya yang dipaksa mengikuti perintah dari penjajah, kehilangan tanah bahkan rumah yang disayangi lalu dikuasai oleh penjajah.
Selain itu, hasil-hasil perkebunan yang diperjuangkan dengan jerih payah sendiri juga harus dimiliki para penjajah. Keadaan rakyat yang semakin hari kian memprihatinkan selalu menjadi fokus pemikirannya.
Nyi Ageng Serang selalu mementingkan nasib rakyatnya di atas kepentingan pribadi. Ia diangkat sebagai penasihat perang Diponegoro melawan penjajah Tanah Air pada saat itu.
Sumber: Buku “Nyi Ageng Serang” karya Dra. Putu Lasminah SS (2007)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....