Isi Ajaran luhur dalam Serat Tripama Masihkah Relevan di Zaman Global?

  • 26 Apr 2026 19:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID - Semarang: Serat ini sering ditembangkan oleh anak-anak sekolah dan dikutip sebagai lirik dalam musik gamelan. Secara ringkas berisi tentang keteladanan bagi para prajurit agar berwatak ksatria, gigih tidak takut dalam membela negara.

Bambang Sumantri atau Patih Suwanda

Tokoh sentral ini adalah putra Resi Wisanggeni dari Padepokan Jatisarana. Sejak kecil Sumantri bertekad akan mengabdi kepada Prabu Harjuna Sasrabahu di Maespati.

Sumantri berhasil mengalahkan Prabu Dharmawisesa dan adiknya serta memboyong Dewi Citrawati putri Manggada dan dipersembahkan kepada Prabu Harjuna Sasrabahu. Kesaktian Sumantri terbukti mampu memindahkan taman Sriwedari atas permintaan Dewi Citrawati, dengan bantuan adiknya Sukasrana yang memiliki ajian Candabirawa.

Bambang Sumantri yang kemudian bergelar Patih Suwanda di negeri Maespati yang masyhur keberaniannya dan mampu menyelesaikan tugas berat dengan penuh tanggung jawab. Patih Suwanda gugur ketika menghadapi Prabu Dasamuka raja raksasa dari kerajaan Alengka.

Tiga tauladan watak dan kepribadian Patih Suwanda adalah: Guna : pinter, wasis, mumpuni, kawruh ‘kepandaian’, Kaya: sugih, kecukupan ‘kekayaan’, dan Purun : wani, kendel, saguh, gelem ‘keberanian’.

Kumbakarna

Kumbakarna adalah pejuang tanpa pamrih, tidak untuk kepentingan derajat, pangkat, jabatan, dan kedudukannya. Perjuangannya dilandasi kecintaan kepada tanah air.

Berperang tidak untuk menang, tetapi merupakan wujud pengabdian terakhir bagi nusa dan bangsanya. Ia berjuang tidak untuk mengabdi kepada raja karena ia tidak sependapat dengan perbuatan rajanya.

Kumbakarna memilih gugur sebagai pahlawan, tidak mau melihat bencana yang menimpa tanah airnya Ia rela mengorbankan hidupnya demi bangsa dan negaranya.

Adipati Karna

Adipati Karna Basusena putra Dewi Kunthi dengan Dewa Suryasangat cakap berolah senjata. Ia diangkat sebagai saudara oleh Duryudana dan dinobatkan sebagai senapati ‘panglima perang’ Hastinapura.

Ia merasa telah diberi kemuliaan, kekayaan, dan kehormatan. Maka, kewajiban prajurit sejati adalah bertempur di medan laga walau Ia menyadari tidak akan menang berperang melawan saudaranya, Arjuna.

Walaupun demikian tekadnya betul-betul telah bulat menjalankan darma dan karmanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....