Kemeriahan Songkran: Tradisi Air di Thailand yang Mendunia
- 13 Apr 2026 16:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Songkran atau perayaan tahun baru Thailand dirayakan secara meriah pada tanggal 13 – 15 April setiap tahunnya. Festival ini menandai awal kalender lunar masyarakat Thailand dengan penuh kegembiraan dan tradisi unik.
Ritual utama Songkran adalah memercikkan air suci sebagai simbol pembersihan diri dari nasib buruk. Masyarakat percaya bahwa air akan menghanyutkan segala kemalangan dan membawa keberuntungan di tahun baru.
Selain tradisi air, warga lokal juga mengunjungi kuil untuk berdoa dan memberi persembahan. Mereka melakukan ritual mandi Buddha dengan menuangkan air harum ke atas patung suci tersebut.
Anak muda juga menunjukkan rasa hormat kepada orang tua melalui tradisi menuangkan air ke tangan. Momen ini menjadi ajang silaturahmi keluarga yang sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat Thailand.
Tradisi Songkran telah berevolusi menjadi festival air terbesar di dunia. Wisatawan dari berbagai negara datang untuk merasakan langsung energi positif dari festival ikonik ini.
Bangkok, Chiang Mai, dan Phuket menjadi pusat keramaian perang air yang sangat masif dan seru. Dipadati ribuan orang yang saling menyemprotkan air, melambangkan pembersihan diri.
Pemerintah setempat menetapkan hari libur nasional agar warga bisa pulang kampung dengan tenang. Suasana kota menjadi sangat hidup dengan parade budaya, musik tradisional, dan berbagai kuliner khas.
Meskipun penuh dengan keceriaan, petugas keamanan tetap menghimbau masyarakat untuk menjaga keselamatan selama perayaan. Penggunaan air secara bijak juga mulai dikampanyekan demi menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.
Songkran kini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda yang sangat berharga. Festival ini membuktikan bahwa tradisi kuno tetap bisa relevan dan dicintai di era modern sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....