Halalbihalal Masjid Al Qodar, Penceramah: Sekolah Ramadan Ada yang Lulus dan Tidak
- 05 Apr 2026 11:57 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Halalbihalal jemaah di Masjid Jami Alqodar Sendangmulyo, Kota Semarang menghadirkan penceramah KH Dr Taufiqurrahman MS pada 5 April 2026. Acara tersebut dihadiri ratusan jemaah dan warga sekitar masjid di Masjid Jami Alqodar Sendangmulyo.
Dalam tausiyahnya, Taufiqurrahman mengatakan, seorang muslim baru saja menyelesaikan sekolah Ramadan selama satu bulan. Selama menjalani sekolah Ramadan, ada yang lulus dan ada yang tidak lulus.
''Bagi yang lulus, maka kecerdasan intelektualnya (Intelligence Quotient) akan meningkat. Selain itu, kecerdasan emosional (Emotional Quotient) dan kecerdasan spiritualnya (Spiritual Quotient) menjadi lebih baik. Semoga kita lulus dalam menjalani sekolah Ramadan kemarin,'' katanya.
Ia juga memaparkan hikmah halalbihalal yang diakuinya sangat penting dilakukan oleh umat muslim. Sebab, halalbihalal adalah momen penting bagi setiap muslim untuk saling memaafkan.
''Ramadan merupakan instrumen untuk meminta maaf atas kesalahan kepada Allah Swt dan sesama manusia karena kesalahan kepada manusia tidak akan pernah bisa terhapus dengan membaca 1.000 kali istighfar. Di halalbihalal inilah kita memiliki kesempatan untuk meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Dosa kepada Allah Swt, selesai dengan taubat,'' ujarnya.
Menurutnya, halalbihalal bukan sekadar tradisi, tapi ibadah sosial. "Tempat kita merendahkan ego, mengakui salah tanpa pembelaan, dan mengetuk pintu hati orang lain dengan kalimat sederhana: Maafkan saya,'' ungkapnya.
Setelah saling memaafkan, katanya, maka harus saling menjaga persaudaraan antar sesama umat islam. ''Nabi Muhammad Saw bersabda: tidak sempurna keimanan seorang dari kalian, hingga ia mencintai untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai untuk dirinya sendiri. (HR Imam Bukhari),'' tuturnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa tingkatan dalam ukhuwah islamiyah. Pertama, taaruf, yaitu saling mengenal sesama manusia.
Kedua, tafahum, yaitu saling memahami. Ketiga, taawun, yaitu saling membantu dalam kebaikan dan meninggalkan keburukan.
Keempat, takaful, yaitu merasa saling melengkapi dan menjamin satu sama lain.
''Ukhuwah merupakan perilaku yang sebaiknya dilaksanakan oleh setiap muslim dikehidupan sehari-hari. Beberapa tindakan yang dapat mempererat ukhuwah adalah melaksanakan salat berjamaah, menebarkan salam dan saling peduli, saling memaafkan jika terjadi perselisihan, saling menolong dan membantu dalam kebaikan, membina hubungan silaturahmi,'' tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....