Gonta-Ganti Casing Ponsel, Sekadar Gaya atau Kebutuhan?
- 30 Mar 2026 14:51 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Kebiasaan gonta-ganti casing ponsel kini semakin umum ditemui di tengah masyarakat. Meski terlihat sepele, bagi sebagian orang, mengganti casing bukan hanya soal gaya, tetapi juga kebutuhan.
Alasan pertama adalah perlindungan ponsel. Harga smartphone yang semakin mahal membuat banyak orang ingin melindungi perangkatnya dari benturan atau goresan, sehingga casing menjadi perlengkapan penting.
Karena ponsel digunakan setiap hari, casing juga ikut mengalami keausan. Ketika casing mulai kusam, retak, atau longgar, orang cenderung menggantinya agar ponsel tetap aman dan terlihat rapi.
Di sisi lain, casing ponsel juga menjadi media ekspresi diri. Banyak orang memilih desain casing yang sesuai dengan kepribadian, warna favorit, atau karakter yang disukai.
Data pasar menunjukkan tren ini sangat besar. Secara global, lebih dari 320 juta casing ponsel custom terjual pada tahun 2023, karena konsumen ingin menampilkan identitas pribadi melalui desain casing.
Bahkan, sekitar 35% penjualan casing ponsel berasal dari model yang dipersonalisasi, seperti desain nama, foto, atau gambar tertentu, sehingga tidak mengherankan jika pasar casing ponsel terus berkembang. Nilai pasar globalnya mencapai sekitar USD 25,51 miliar pada 2024 dan diperkirakan meningkat hingga lebih dari USD 53 miliar pada 2033.
Selain fungsi dan gaya, ada juga faktor tren dan pengaruh sosial. Ketika desain baru muncul atau dilihat di media sosial, banyak orang tertarik mengganti casing agar terlihat lebih modern.
Sebagian orang mungkin menggantinya karena ingin tampil berbeda, sementara yang lain hanya ingin melindungi ponsel atau memperbarui tampilannya.
Pada akhirnya, mengganti casing ponsel bisa memiliki banyak makna. Bagi sebagian orang itu kebutuhan, bagi yang lain itu gaya, dan bagi sebagian lagi, itu adalah cara kecil untuk mengekspresikan diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....