Halalbihalal Santri Amtsilati di Batang, Jaga Kebersamaan dan Nilai Keilmuan
- 30 Mar 2026 13:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Nuansa hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai spiritual terasa dalam gelaran Halal Bihalal santri Amtsilati di Pendopo Kabupaten Batang, Minggu, 29 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan santri, alumni, dan tokoh dalam satu majelis penuh makna.
Tradisi tahunan ini kembali digelar untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan komitmen dakwah.
Ketua Korwil Amtsilati Jawa Tengah 3, Kyai M. Imam Muhajir, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang telah memasuki tahun ke-18 tersebut. Ia menilai perkembangan Amtsilati di wilayah Pekalongan–Batang terus menunjukkan peningkatan.
“Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Amtsilati terus hidup di tengah-tengah kita. Ke depan, Insyaallah lembaga-lembaga pengguna Amtsilati akan semakin bertambah,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, perkembangan tersebut tidak lepas dari misi besar yang diwariskan oleh Romo KH. Taufiqul Hakim agar metode Amtsilati bisa mendunia.
“Visi besar Amtsilati adalah satu miliar Amtsilati menuju Amtsilati mendunia. Dengan semangat ‘satu sanad, satu tekad’, kita optimis cita-cita itu bisa terwujud,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus istiqomah sebagai agenda rutin tahunan. Tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Ketua Himpunan Santri dan Alumni Nusantara Amtsilati, KH. Zaimudin Ahya, menyampaikan pesan penting kepada para santri dan alumni. Ia menekankan pentingnya inovasi, kreativitas, dan pola pikir progresif di tengah perkembangan zaman.
“Santri hari ini selain alim kitab kuning, tetapi juga harus kreatif, inovatif, dan progresif. Kita harus meneladani Abah Taufiqul Hakim yang mampu menghadirkan metode revolusioner membaca kitab kuning hanya dalam waktu 3-6 bulan, itu adalah bukti nyata bahwa santri mampu menciptakan perubahan besar,” tuturnya.
Ia juga menyoroti potensi besar metode Amtsilati dalam melahirkan generasi ulama masa depan yang multidisipliner. Menurutnya, penguasaan ilmu agama yang lebih cepat membuka peluang untuk mengembangkan keilmuan lain.
“Dengan Amtsilati, santri bisa lebih cepat menguasai dasar-dasar ilmu agama, sehingga memiliki waktu lebih luas untuk mendalami bidang lain seperti sains, teknologi, kedokteran, dan sebagainya. Dari sinilah kita berharap lahir ulama ensiklopedik yang alim dalam fikih, namun juga unggul dalam ilmu modern,” ucapnya.
Ia pun optimistis kebangkitan peradaban Islam dapat terwujud melalui generasi santri yang unggul. “Insyaallah, kebangkitan itu bukan hal yang mustahil, dan salah satu jalannya bisa lahir dari rahim Amtsilati,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....