AirNav: Jumlah Penerbangan Balon Udara Liar Menurun

  • 29 Mar 2026 12:58 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Balon udara liar
  • AirNav Indonesia
  • Kota Pekalongan
  • Festival Balon Pekalongan

RRI.CO.ID, Pekalongan – Praktik penerbangan balon udara liar masih menjadi ancaman serius, Berdasarkan data AirNav selama periode Idulfitri 1447 Hijriah hingga 28 Maret 2026, terdapat 22 laporan balon udara tidak terkendali di sejumlah wilayah Indonesia. Jumlah tersebut turun signifikan dibanding tahun lalu.

AirNav Indonesia bersama Pemerintah Kota Pekalongan mengajak masyarakat menghentikan praktik penerbangan balon udara liar yang sangat membahayakan keselamatan penerbangan. Sebagai solusi, masyarakat didorong untuk menerbangkan balon udara secara ditambatkan agar tetap aman sekaligus menjaga tradisi.

Ajakan tersebut disampaikan Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia, Nurcahyo Utomo, saat membuka Pekalongan Balloon Festival 2026 di Stadion Hoegeng, Sabtu 28 Maret 2026. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi keselamatan penerbangan.

“Balon udara terpantau pada berbagai ketinggian, mulai dari 1.500 kaki hingga mencapai FL350 di beberapa wilayah seperti Yogyakarta, Kebumen, Pasuruan hingga jalur menuju Bali. Ini berpotensi nyata mengganggu keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menerbangkan balon udara secara bebas. Tradisi ini harus tetap dilestarikan, namun tidak boleh membahayakan. Sebagai alternatif, AirNav mendorong penggunaan balon udara yang ditambatkan sebagai jalan tengah antara pelestarian budaya dan keselamatan ruang udara.

“Tradisi tetap hidup. Namun keselamatan penerbangan juga tetap terjaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi peran AirNav dalam mengedukasi masyarakat. Festival Balon Udara Tambat dinilai menjadi solusi nyata untuk menekan balon liar yang selama ini meresahkan.

“Kami ingin masyarakat tetap bisa merayakan tradisi Syawalan dengan penuh kegembiraan, namun tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna transportasi udara,” katanya. Pemkot Pekalongan akan terus mendukung langkah kolaboratif bersama berbagai pihak guna menekan angka balon udara liar.

Selain kampanye keselamatan, AirNav juga menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kota Pekalongan. Seperti halnya digitalisasi Museum Batik Pekalongan untuk meningkatkan layanan informasi dan keamanan, serta pelatihan keterampilan digital dan baking bagi anak-anak disabilitas.

Wali Kota menegaskan, keselamatan penerbangan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Harapannya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan terus diperkuat.

“Dengan semangat kebersamaan, tradisi bisa terus hidup dan langit Indonesia tetap aman untuk semua,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....