Arak-arakan Sosok Nyai Dapu Ramaikan Tradisi Syawalan Kirab Merti Desa Boja
- 27 Mar 2026 16:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Tradisi Syawalan di wilayah Desa Boja, Kendal diramaikan dengan Kirab Merti Desa dan Buka Luwur Nyi Dapu atau Nyai Pandansari, Kamis 26 Maret 2026. Tradisi ini rutin yang diselenggarakan Pemerintah Desa Boja pada hari ke-6 atau ke-7 Syawal.
Tradisi ini diawali dengan arak-arakan sosok Nyi Dapu yang diperankan warga setempat dengan anggun menaiki kuda dan diikuti gunungan hasil bumi dan para peserta pawai berkeliling Desa Boja. Kirab berakhir di kawasan Makam Nyi Pandansari, kemudian dilanjutkan dengan rebutan gunungan dan prosesi sakral penggantian kain luwur atau penutup makam Nyai Pandansari.
Kepala Desa Boja, Rofik Anwar menjelaskan, merti desa dan penggantian luwur ini menjadi tradisi tahunan. Tujuannya sebagai bentuk melestarikan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal yang ada di Desa Boja.
"Tradisi Merti desa ini adalah wujud syukur terima kasih kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rejeki yang kita terima sepanjang tahun," ujarnya. Kades Rofik menceritakan, Nyi Pandansari merupakan sosok wanita yang dipercaya sebagai tokoh penyebar Islam, dan adik Ki Ageng Pandanaran yang sangat berjasa bagi Desa Boja.
Beliau gigih di bidang pertanian, yang membangun salah satu irigasi yang ada di Boja. "Penggantian penutup makam atau luwur inu dilakukan satu tahun sekali sebagai bentuk penghormatan kepada Nyi Pandansari," jelasnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi kegiatan merti desa dan penggantian luwur Nyi Pandansari. Kegiatan ini juga sebagai wujud peran aktif warga untuk untuk mengangkat budaya tradisi lokal Kendal. "Kegiatan ini juga merupakan agenda budaya tahunan yang signifikan untuk meningkatkan ekonomi lokal," katanya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....