Luasnya Makna Huruf Jawa sampai pada Jodoh Manusia

  • 28 Mar 2026 16:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID - Semarang - Mengulik susunan huruf Jawa, ternyata mulai huruf pertama hingga terakhir telah mengingatkan bahwa kerusakan alam akibat ulah manusia akan berdampak rusaknya kelestarian alam dan menjadi ancaman bagi kelestarian hidup manusia.

Menurut paparan Budayawan Suprapto, Petikan huruf Da Ta Sa Wa La memiliki arti ora bisa suwala kabeh uwis ginaris kodrat (tidak bisa diingkari bahwa semua sudah menjadi kodrat Tuhan). Segala sesuatu atau kejadian yang ada di dunia ini telah digariskan oleh Tuhan.

Manusia tinggal menjalankannya saja sesuai dengan lakon yang diperankan. Orang Jawa memiliki prinsip nrimo ing pandum artinya menerima apapun yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia.

Namun makna ini bukan bermagsud bahwa manusia sebagai makhluk yang pasif. Manusia harus selalu berusaha dalam hidup namun setelah usahanya maksimal dan apapun hasil dari usaha maksimal tersebut maka harus diterima dan disyukuri.

Pa Dha Ja Ya Nya memiliki arti “Kabeh kang cinipta kanthi tetimbangan lan pasangan (Tuhan menciptakan sesuatu di dunia dengan pertimbangan dan berpasangan). Arti ini dicontohkan dengan adanya siang-malam, terang-gelap, atas-bawah, laki-laki-perempuan, bahagia-sedih, hidup-mati.

Di dalam kehidupan akan selalu dijumpai kondisi-kondisi tersebut, manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi yang ada. Misalnya saat siang apa yang harus dilakukan, saat malam apa yang harus dilakukan.

Tidak selamanya manusia akan mengalami kesusahan namun adakalanya akan mengalami kegembiraan. Banyak makna yang bisa dipetik sebagai hakikat manusia, misalnya untuk meneruskan kelestarian hidup manusia harus menikah antara laki-laki dan perempuan karena kodratnya perempuan yang dibuahi dan laki-laki yang membuahi dalam proses reproduksi.

Saat kita berada di puncak karir kita harus ingat suatu saat karir kita akan di bawah dan seterusnya seperti roda. Makna aksara Pa Dha Ja Ya Nya juga dapat diartikan sebagai keseimbangan dalam hidup.

Ma Ga Ba Tha Nga memiliki arti “manungsa kinodrat dosa, lali, luput, apes, lan mati (manusia pasti memiliki dosa, lupa, kesalahan, kesialan, dan mati). Tiada manusia yang lepas dari kekurangan ini. Adanya kelemahan tersebut seharusnya dapat menjadi bahan kewaspadaan bahwa manusia harus selalu eling lan waspodo (ingat dan waspada).

Dengan segala kekurangan yang pada dasarnya dimiliki manusia, manusia harus selalu berhati-hati dalam perbuatan agar tidak melakukan kesalahan yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, ataupun alam.

Setiap akasara Jawa memiliki makna, dengan pemahaman makna-makna tersebut diharapkan dapat menjadi penuntun perilaku yang menggambarkan keutamaan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....