Meriahkan Lebaran, Warga Dusun Dawung Magelang Gelar Gerebeg Ketupat Isi Uang
- 25 Mar 2026 14:13 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Gerebeg Ketupat
- Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang
- H+5 Lebaran
- Ketupat
- Selongsong Ketupat
RRI.CO,ID, Kabupaten Magelang- Masyarakat Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang mempunyai tradisi unik dalam memeriahkan Hari Raya Lebaran, yakni tradisi gerebeg ketupat. Kegiatan gerebeg ketupat tersebut dilaksanakan pada H+5 Lebaran, Rabu, 25 Maret 2026.
”Gerebeg ketupat ini merupakan bentuk rasa masyarakat Dusun Dawung di Hari Raya Lebaran. Gerebeg ketupat ini juga merupakan semangat warga unytuk berbagi di hari yang fitri ini,” kata penggagas Gerebeg Ketupat, Tri Setyo Nugroho.
Tri mengatakan, Gerebeg Ketupat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerukunan warga Dusun Dawung. Selain itu, juga untuk mendorong kesejahteraan warga,
Menurutnya, pada tradisi tersebut, ketupat yang diperebutkan bukan berisi beras yang sudah matang, melainkan uang dengan nominal Rp .000 hingga Rp 100.000. Ketupat juga diisi voucher yang dapat ditukarkan dengan produk-produk UMKM setempat
Jumlah selongsong ketupat yang diperebutkan sebanyak 2.500. Ribuan ketupat yang berisi uang dan voucher dari UMKM tersebut dicantolkan di sebuah gunungan dengan ketinggian 2,5 meter,” kata pria yang akrab disapa Gepeng Nugroho itu.
Ia menambahkan, untuk memeriahkan acara tersebut, pada sehari sebelumnya, panitia membagikan sejumlah selongsong ketupat bagi masing-masing kepala keluarga di Dusun Dawung. Selongsong ketupat tersebut lalu diisi dengan uang sesuai dengan kemampuannya.
Tradisi Gerebeg Ketupat tersebut merupakan acara yang dinanti-nantikan anak-anak dan orang dewasa. Para penonton yang hendak memperebutkan ketupat tersebut tidak hanya berasal dari Kecamatan Mertoyudan saja, tetapi juga kecamatan lainnya di Kabupaten Magelang.
Fixel Dwi Alfino ( 12) warga Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang mengaku sengaja datang ke Dusun Dawung, hanya untuk memperebutkan selongsong ketupat. Meskipun harus bersusah payah dan saling berebut, ia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 120.000.
“Saya sangat senang, meskipun harus berdesak-desakan dan berebutan saat mengambil ketupat. Hasilnya lumayan, yakni Rp 120 .000,” ucapnya.
Ia menambahkan, uang hasil dari rebutan ketupat tersebut akan digunakann untuk membeli ekor kuda lumping. Ia sendiri merupakan pemain kesenian kuda lumping di desanya. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....