Aman di SPBU, Konsumen Perlu Perhatikan Hal Ini

  • 18 Sep 2024 22:38 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum merupakan tempat bagi kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) Dikarenakan kandungan BBM yang mudah terbakar. Untuk itu konsumen perlu berhati-hati dalam melakukan aktivitasnya di SPBU.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho (18/9) mengatakan, saat mengisi BBM di SPBU tetap aman, agar mematikan mesin mobil Saat di SPBU. Mesin kendaraan dapat memicu munculnya api saat melakukan pengisian BBM.

Konsumen juga diharapkan tidak melakukan perbuatan yang memicu munculnya api, misalkan misalnya merokok. Merokok memunculkan bara rokok yang bisa memicu api yang ada di SPBU.

Brasto menjelaskan, konsumen juga diharapkan tidak memodifikasi tangki bensin pada kendaraan. Memodifikasi tangki bensin biasanya dilakukan oleh oknum penyalahgunaan BBM agar mendapatkan BBM lebih banyak terutama yang bersubsidi untuk kemudian dijual lagi.

Menurut dia, oknum pelangsir menjual kembali BBM subsidi tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Memodifikasi tangki bensin memiliki resiko yang tinggi karena sangat beresiko memicu kebakaran dan tentunya tidak sesuai dengan standar baku kendaraan.

“Sudah banyak kasus kebakaran mobil di SPBU yang disebabkan oleh tangki bensin modifikasi. Pengendara kendaraan khususnya mobil harus sadar jika modifikasi tangki mobil memiliki resiko besar munculnya kebakaran terutama di SPBU saat melakukan pengisian BBM,” jelasnya.

Brasto Galih Nugroho mengemukakan, konsumen ketika mengisi BBM di SPBU diharapkan menggukan Kamera Dengan Flash dan tidak menggunakan handphone. Handphone uanya untuk melakukan transaksi sebelum/ sesudah pengisian BBM.

“Transaksi hanya diperbolehkan saat sebelum ataupun setelah pengisian BBM. Pengendara yang melakukan pengisian BBM dilarang untuk menggunakan telepon genggam termasuk untuk menelepon, komponen telepon genggam terdapat gelombang dan baterai yang dapat memicu munculnya api, “ tuturnya. (Rel/Dars).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....