Maskapai Tertua di Indonesia yang Masih Aktif
- 06 Agt 2024 13:27 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang : Indonesia dengan ribuan pulau dan beragam budaya, ternyata memiliki sejarah penerbangan yang panjang. Di tengah persaingan ketat industri penerbangan saat ini, ada beberapa nama yang masih bertahan menjadi saksi bisu perkembangan aviasi di Nusantara.
Dengan peta geografis yang berpulau - pulau, transportasi udara merupakan pilihan tercepat dalam melintasi Indonesia. Tercatat 29 perusahaan aviasi yang pernah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1949.
Banyak perusahaan ini yang mengalami kebangkrutan, tetapi ada beberapa yang masih bertahan dan tetap melayani hingga sekarang. Berikut ini perusahaan Aviasi Indonesia tertua yang masih bertahan hingga tahun 2024 :
1. Garuda Indonesia
Resmi didirikan pada 28 Desember 1949 dengan nama Garuda Indonesia Airways. Sebenarnya perusahaan ini sudah beroperasi sejak 16 Juli 1928 dengan nama Koninklijk Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij.
Kemudian pada 26 Januari 1949, nama perusahaan aviasi ini berubah nama menjadi KLM Interinsulair Bedrijf. Nama Garuda Indonesia diresmikan setelah Konferensi Meja Bundar, dan perusahaan ini diserahkan oleh Belanda ke Pemerintah Indonesia.
Sekarang GIAA memiliki 73 armada pesawat dengan 72 penerbangan domestik dan 24 penerbangan internasional. Hingga sekarang, Pemerintah Indonesia masih menjadi pemegang saham tertinggi di GIAA dengan 64,54% kepemilikan.
Dengan rata - rata 500 penerbangan setiap harinya, di tahun 2022 tercatat Garuda Indonesia meraup pendapatan sekitar 2.100 Miliar USD (wikipedia). Puluhan penghargaan telah diraih GIAA, yang terakhir adalah World's Best Cabin Crew (Skytrax Awards) pada tahun 2018.
2. Pelita Air
Pelita Air Service resmi didirikan pada tahun 1970 dan merupakan anak perusahaan dari Pertamina. Awalnya pada tahun 1963, Pertamina mendirikan divisi transportasi yang di beri nama Pertamina Air Service untuk mobilitas pegawai.
Pada 24 Januari 1970, Pertamina Air Service diubah namanya menjadi Pelita Air Service dan mulai mengembangkan sayapnya. Tidak hanya mendukung mobilitas pegawai Pertamina, PAS juga menyediakan layanan transportasi untuk perusahaan minyak dan gas lain.
Setelah perjalanan panjang dan hanya melayani penerbangan pegawai, cargo dan bahan bakar. Akhirnya pada 28 April 2022 PAS membuka rute penerbangan komersial pertamanya dengan rute Jakarta ke Denpasar.
Saat ini PAS memiliki 11 armada komersil dan 6 armada khusus dengan 9 rute penerbangan komersil. Tercatat di tahun 2011, PAS memiliki pendapatan 52.061 Juta USD (wikipedia).
3. Lion Air
Lion Air resmi didirikan pada 15 November 1999 dan mulai beroperasi pada 30 Juni 2000. Sekarang ini Lion Air merupakan perusahaan aviasi swasta terbesar di Indonesia.
Lion Air beroperasi pertama dengan membuka rute ke Pontianak dengan menggunakan pesawat Boeing 737-200. Perusahaan ini dijalankan oleh Rusdi Kirana dan keluarganya.
Pada November 2011, Lion Air bersama Boeing mengumumkan pemesanan 201 Boeing 737 MAX dan 29 Boeing 737-900ER. Hal ini merupakan pemesanan tunggal terbanyak oleh satu maskapai komersial dengan total nilai 21.7 miliar USD.
Saat ini Lion Air memiliki 110 armada dengan 48 jadwal penerbangan komersil. Pada 2016, Lion Air masuk dalam daftar penerbangan ekonomi terbaik dunia versi SkyTrax dengan 2 penghargaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....