Bukan Sekadar Viral, Kualitas Vokal Tetap Jadi Penilaian Utama Bintang Radio 2026
- 17 Agt 2026 11:23 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Ajang Bintang Radio RRI 2026 tetap menjadi wadah utama bagi talenta muda Indonesia untuk menampilkan kualitas vokal mereka di panggung formal.
- Menurut Ketua Panitia Reza Atmaja, Bintang Radio memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari kompetisi talenta lain, terutama dalam penilaian yang tidak sekadar mengandalkan jumlah penonton dan engagement media sosial.
- Kehadiran ajang ini diposisikan sebagai alternatif berkualitas di tengat trend viral penyanyi melalui platform media sosial yang semakin dominan dalam industri hiburan.
RRI.CO.ID, Semarang - Ajang Bintang Radio RRI 2026 tetap menjadi ruang bagi talenta muda untuk menunjukkan kualitas vokal, di tengah maraknya kemunculan penyanyi melalui media sosial. Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Bintang Radio RRI Semarang, Reza Atmaja Senin 17 Agustus 2026.
Menurutnya, Bintang Radio memiliki perbedaan dengan kompetisi atau pencarian bakat lainnya. Ajang ini tidak hanya mengandalkan jumlah penonton maupun engagement di media sosial.
“Di Bintang Radio karena kita bentuknya kompetisi. Jadi yang dinilai tidak cuma paling banyak yang ditonton atau di-like, tapi juga ada nilai dari juri,” katanya.
Ia menjelaskan, sistem penilaian Bintang Radio tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Sebanyak 70 persen penilaian berasal dari dewan juri, sedangkan 30 persen lainnya berasal dari voting.
Dalam proses kompetisi, peserta akan membawakan salah satu dari 10 pilihan lagu yang telah disediakan serta satu lagu daerah. Penampilan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat kemampuan vokal dan teknik bernyanyi peserta.
“Yang dipilih adalah memang punya kualitas yang bagus. Terus, punya teknik vokal yang bagus juga,” jelasnya.
Meski demikian, media sosial tetap memiliki peran dalam pelaksanaan Bintang Radio 2026. Reza menyebut media sosial digunakan sebagai salah satu syarat audisi sekaligus sarana bagi peserta untuk menunjukkan keikutsertaannya dalam kompetisi.
“Untuk saat ini kita menggunakan media sosial sebagai syarat audisi sebenarnya. Jadi tetap mereka akan menggunakan media sosial masing-masing untuk menunjukkan kalau mereka sedang mengikuti kompetisi Bintang Radio,” katanya.
Menurut Reza, keikutsertaan dalam Bintang Radio juga memberikan pengalaman yang tidak selalu diperoleh penyanyi dari media sosial, terutama kesempatan tampil secara langsung di atas panggung.
Peserta yang berhasil melaju ke tingkat lebih tinggi berpeluang tampil hingga Jakarta dan mengikuti tahapan nasional. Pengalaman tersebut dinilai penting bagi penyanyi muda untuk membangun mental dan kemampuan tampil di hadapan penonton secara langsung.
“Yang paling membedakan adalah mereka bisa tampil langsung di panggung, dan tidak cuma di Semarang saja. Nanti juga sampai ke tingkat Jakarta kalau lolos sampai nasional,” katanya.
Reza menambahkan, pengalaman bernyanyi secara langsung di depan penonton menjadi salah satu nilai yang ditawarkan Bintang Radio kepada para talenta muda, termasuk mereka yang sebelumnya telah memiliki jutaan penonton di media sosial.
Dengan demikian, popularitas digital bukan menjadi satu-satunya tolok ukur. Bintang Radio tetap menempatkan kualitas vokal, teknik bernyanyi, penilaian juri, serta dukungan pendengar sebagai bagian penting dalam menentukan peserta terbaik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....