Dugaan Keracunan MBG, BGN Bekukan SPPG Gembong 1 dan Tanggung Biaya Korban
- 11 Sep 2026 09:03 WIB
- Semarang
Poin Utama
- SPPG Bermasalah, Bakal Suspend Permanen
Video
RRI.CO.ID, Pati – Badan Gizi Nasional (BGN) membekukan operasional SPPG Gembong 1 setelah muncul dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN juga memastikan biaya pengobatan seluruh korban ditanggung bersama Pemerintah Kabupaten Pati.
Wakil Kepala BGN, Trenggono, mengatakan pembekuan operasional dilakukan karena terdapat dugaan pelanggaran standar operasional prosedur produksi makanan. Sanksi tersebut diberikan setelah jumlah korban dugaan keracunan tercatat lebih dari seratus orang pada satu lokasi dapur produksi.
Trenggono menegaskan, seluruh biaya penanganan medis korban akan ditanggung penuh oleh BGN bersama Pemerintah Kabupaten Pati. "Yang jelas semua biaya penanganan medis korban pasti akan kami tanggung bersama Pemkab," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan pemerintah daerah telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa untuk mempercepat penanganan medis terhadap korban. "Kami mengutamakan pelayanan kesehatan dan keselamatan nyawa anak didik kita," kata Chandra.
Pemkab Pati juga akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap 172 dapur SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut. Pemeriksaan dijadwalkan mulai pekan depan untuk memastikan kelayakan seluruh dapur penyedia makanan.
Pemeriksaan akan melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Kesehatan, Kodim, Polresta, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi dan kelayakan dapur SPPG secara menyeluruh.
Hasil pemeriksaan terhadap seluruh dapur SPPG nantinya akan direkomendasikan langsung kepada BGN. Hasil tersebut akan menjadi bahan pertimbangan BGN dalam mengambil keputusan akhir terkait keberlanjutan program tersebut.
Pemkab Pati bersama BGN memastikan penanganan terhadap korban tetap menjadi prioritas selama proses evaluasi berlangsung. Koordinasi dengan rumah sakit dan instansi terkait juga terus dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.(agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....