Skrining Mata, Rotary Semarang Ungkap Banyaknya Gangguan Penglihatan pada Anak
- 07 Sep 2026 09:21 WIB
- Semarang
Video
RRI.CO.ID, Semarang – Ratusan anak terdeteksi mengalami gangguan penglihatan dari hasil skrining yang digelar oleh Rotary Club of Semarang Kunthi. Temuan ini memperkuat kekhawatiran meningkatnya kasus mata minus dan silinder pada anak akibat tingginya penggunaan gadget sejak usia dini.
Intermediate Past President Rotary Club of Semarang Kunthi, Irianti mengatakan skrining itu baru digelar dalam 3 bulan terakhir dengan memanfaatkan mobile eye clinik atau mobil layanan kesehatan mata yang baru diterima dari Rotary International pada Mei 2026. Mobil tersebut diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan mata gratis bagi anak-anak maupun masyarakat umum.
Menurut Irianti, antusiasme warga memanfaatkan layanan tersebut sangat tinggi sejak hari pertama mobile eye clinik dioperasikan. Selain pemeriksaan mata, Rotary juga menyiapkan program pemberian kacamata gratis bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Banyak sekali yang ingin periksa mata, baik anak-anak maupun orang dewasa. Ada juga keluarga yang belum mampu membeli kacamata, sehingga program ini sangat membantu,” katanya saat ditemui dalam kegiatan RRI Fest Semarang, Minggu, 6 September 2026.
Rotary mencatat dari 400 orang yang telah mendapatkan skrining, rata-rata anak anak diketahui mengalami mata minus maupun silinder yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh orang tua. Adapun, kebiasaan menatap layar gadget dalam waktu lama menjadi salah satu faktor yang paling sering ditemukan di balik gangguan penglihatan anak.
"Banyak anak sebenernya, tapi ga berani ngomong sama orang tua, ada yang silindrisnya tuh miring, jadi kanan dan kiri tidak sama. Kemarin itu ada yang silindris lima, ada yang silindris empat karena sambil nonton TV, YouTube, hampir pulang sekolah, pagi sebelum sekolah, hampir tiap hari kan mainnya gadget," tuturnya.
Tidak hanya di perkotaan, Rotary juga menemukan banyak kasus gangguan penglihatan pada anak-anak di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut kerap luput dari perhatian karena keterbatasan akses pemeriksaan kesehatan mata.
"Kita masuk ke sekolah-sekolah SD ternyata mereka itu banyak yang harus pakai kacamata, awalnya kemarin kita skrining guru-gurunya dulu. Diajari untuk pemeriksaan skrining yang singkat dan praktis. Nanti setelah diperiksa di guru dan diseleksi, baru dikirim ke di William Booth," ujarnya.
Salah satu warga yang memanfaatkan layanan itu, Ajeng, mengaku terbantu setelah anaknya menjalani pemeriksaan mata gratis di stand Rotary. Dari hasil skrining, anaknya diketahui mengalami mata silinder dan langsung memperoleh kacamata tanpa biaya.
“Selama ini kami belum pernah memeriksakan mata secara khusus. Setelah diperiksa ternyata anak saya mengalami silinder dan langsung mendapatkan kacamata gratis,” kata Ajeng.
Melalui program tersebut, Rotary berharap semakin banyak anak mendapatkan deteksi dini gangguan penglihatan sehingga tidak mengganggu proses belajar mereka. Kehadiran mobil mata juga diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan mata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....