Sungai Juwana Kering, Dislautkan dan BBPBAP Pati Pantau Dampak Kekeringan
- 06 Sep 2026 05:42 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kondisi Sungai Silugonggo Dipantau BBPBAP Jepara
Video
RRI.CO.ID, Pati - Kemarau panjang membuat 1.300 hektare lahan pertanian di 33 desa Kecamatan Juwana dan Batangan terdampak kekeringan. Kondisi ini juga memicu mati dan terdamparnya jutaan ikan sapu-sapu di sekitar embung karet Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan(Dislautkan) Kabupaten Pati Hadi Santoso menjelaskan populasi ikan sapu-sapu memang meningkat tajam sejak awal 2026. Ia menyebut spesies invasif ini kerap memangsa ikan lain sehingga nelayan setempat kerap mengeluhkan keberadaannya.
"Kalau dari sisi nelayan, kering memang tidak ada air, nelayan tidak bisa mencari ikan. Kalau ikan sapu-sapu mati, itu sebenarnya bisa dimanfaatkan warga sekitar," ujar Hadi.
Hadi menambahkan pihaknya saat ini fokus memantau dan mendata dampak kekeringan bersama instansi terkait lainnya. Ia menyebut pemerintah pusat turut memberi perhatian khusus terhadap fenomena kekeringan di kawasan tersebut.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara Mulyanto menyatakan timnya masih mengumpulkan fakta di lapangan. Ia menegaskan pihaknya belum bisa memutuskan kebijakan penanganan sebelum data lengkap diserahkan ke pimpinan kementerian.
"Kami hanya melihat, mengumpulkan fakta dan data dulu untuk laporan. Kami juga akan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Pati terkait dampak budidaya," kata Mulyanto.
Mulyanto memastikan survei lapangan turut melibatkan penyuluh perikanan guna menghitung dampak ekonomi bagi nelayan terdampak. Kedua instansi tersebut berkomitmen menyusun rekomendasi kebijakan usai seluruh data lapangan berhasil dihimpun secara menyeluruh.(agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....