Penyakit Jantung Tak Tunggu Tua, Ribuan Warga Jateng Bergerak-Cek Kesehatan
- 29 Agt 2026 12:29 WIB
- Semarang
Video
RRI.CO.ID, Semarang – Ribuan warga dari berbagai usia memadati halaman Gedung Gradhika Bhakti Praja Kompleks Gubernuran Semarang untuk mengikuti Senam Jantung Sehat dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia, Sabtu 29 Agustus 2026. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, mulai dari lansia, instruktur senam, anggota Klub Jantung Sehat, hingga generasi muda yang turut bergerak bersama.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Jawa Tengah bersama Yayasan Rotary atau Klub Rotary dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat sekaligus Staf Khusus Menteri ATR/BPN RI, Rezka Oktoberia, menegaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Ia mengajak seluruh anggota Klub Jantung Sehat serta masyarakat untuk menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi mengenai pencegahan penyakit jantung. Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan harus dibangun sejak dini agar risiko penyakit kardiovaskular dapat ditekan.
Rezka juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan jantung di kalangan generasi muda. Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap kesehatan jantung kini tidak hanya berasal dari rokok konvensional, tetapi juga rokok elektronik atau vape yang semakin banyak digunakan anak muda.
"Anak generasi muda karena saat ini yang menjadi penyebabnya bukan hanya rokok konvensional tetapi ada saat ini yang juga rokok elektronik atau yang disebut vape. Waspadai anak-anak kita, tetap jaga kesehatan jantung kita dan orang-orang yang kita cintai," ujarnya.
Menurut Rezka, upaya menjaga kesehatan jantung membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka kematian akibat penyakit jantung di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Rezka juga memberikan apresiasi kepada Ketua YJI Jawa Tengah sebelumnya, Sudiro, atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya diteruskan kepada dr Dyah Anggraeni yang diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jawa Tengah periode 2026–2031, dr Dyah Anggraeni, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan kader-kader muda untuk menjawab tantangan meningkatnya kasus penyakit jantung pada usia produktif. Langkah tersebut dilakukan melalui pendekatan edukasi dan aktivitas fisik yang menyasar anak-anak hingga mahasiswa.
"Kemudian kami juga menyiapkan kader-kader muda. Tadi bisa dilihat, ya, mulai dari anak SD, SMP, SMA itu ada eh senam lompat tali dan hip hop" ujarnya.
Menurut dia, lompat tali itu biasanya anak SD, SMP, hip hop itu untuk anak SMA dan mahasiswa. Jadi, mereka kader-kader yang karena sekarang penyakit jantung itu tidak menunggu tua.
"Jadi, mulai muda bisa terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, kita sosialisasikan preventif, termasuk hari ini bersama Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan cek kesehatan gratis dan pemeriksaan spesialis sendiri. Ada dokter spesialisnya jantung juga. Jadi, ini memang kebetulan bersama dengan eh ulang tahun Rumah Sakit Dr. Kariyadi," ujarnya.
Selain senam massal, pantauan RRI masyarakat juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan sebagai bagian dari kampanye pencegahan penyakit jantung.
Yayasan Rotary turut menghadirkan mobil deteksi dini kanker serviks dan mobil pemeriksaan mata. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerjunkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) lengkap dengan armada layanan kesehatan untuk mendeteksi dini penyakit jantung, penyakit dalam, hingga berbagai skrining kesehatan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....