Kemarau Tak Goyahkan Harga, Disperindag Jateng Pastikan Pasokan Pangan Stabil

  • 24 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Semarang
Video

RRI.CO.ID, Semarang – Di tengah musim kemarau yang kerap memicu kekhawatiran terhadap pasokan pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah memastikan harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Jika terjadi kenaikan harga, nilainya tidak melebihi lima persen dari harga eceran tertinggi (HET).

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Disperindag Jateng, July Emmylia, saat membuka Pasar Murah Semarak Merah Putih di halaman kantor Disperindag Jateng, Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah sekaligus upaya menjaga daya beli masyarakat.

Menurut July, stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi daerah. Harga sembako yang terkendali akan mendukung kelancaran pembangunan dan menjaga pertumbuhan ekonomi tetap bergerak positif.

“Ketika sembako harganya terjaga, maka stabilitas akan terus terjaga. Stabilitas terjaga maka pembangunan bisa lancar dan pertumbuhan ekonomi pun terus terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya menjaga stabilitas tidak hanya dilakukan melalui pengendalian harga. Pemerintah juga memastikan kualitas, ketersediaan, dan keterjangkauan bahan pokok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan komoditas pangan lainnya dengan harga terjangkau.

Disperindag menggandeng Bulog, BUMD JTAB, distributor, serta pelaku UMKM binaan untuk memperluas pilihan produk yang tersedia. Baznas Jawa Tengah turut berpartisipasi dengan menyediakan layanan potong rambut gratis bagi masyarakat.

July menegaskan, kondisi musim kemarau hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap pasokan pangan di Jawa Tengah. Berdasarkan perhitungan stok yang dimiliki Bulog dan sejumlah gudang penyimpanan, ketersediaan beras dipastikan aman hingga akhir tahun.

“Alhamdulillah saat ini harganya relatif stabil semua. Kalaupun ada kenaikan dari HET, tidak melebihi lima persen,” kata July.

Pasar Murah Semarak Merah Putih mendapat sambutan positif dari masyarakat karena menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasar maupun toko. Berbagai kebutuhan rumah tangga tersedia, mulai dari ikan, sayuran, minuman, makanan ringan hingga mi instan.

Salah seorang warga, Toetoet Hajoeningtiad, mengaku dapat menghemat pengeluaran belanja berkat selisih harga yang cukup terasa. Ia menyebut mi instan yang biasanya dijual sekitar Rp3.300 per bungkus di toko dapat dibeli seharga Rp3.000 dalam pasar murah tersebut.

“Sebagai masyarakat biasa sangat bermanfaat sekali karena harganya lebih murah dari harga pasaran. Semua lebih murah, jadi sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....