Makan Jangan Asal Kenyang, Isi Piring Menentukan Masa Depan Anak
- 05 Agt 2026 11:07 WIB
- Semarang
Video
RRI.CO.ID, Rembang – Sepiring makanan bukan hanya soal menghilangkan rasa lapar. Di balik setiap suapan, tersimpan peran penting dalam menentukan tumbuh kembang anak, mencegah stunting, hingga menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak hanya mengejar rasa kenyang, tetapi juga memastikan makanan yang dikonsumsi aman dan bergizi seimbang.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, saat memberikan edukasi kepada masyarakat di Kabupaten Rembang. Menurutnya, upaya mencegah stunting harus dimulai jauh sebelum seorang anak lahir, yakni sejak remaja putri hingga masa 1.000 hari pertama kehidupan.
"Kami ingin anak-anak Indonesia tidak ada yang mengalami stunting. Remaja putri harus mengonsumsi makanan bergizi, kemudian saat menjadi ibu juga harus menjaga asupan agar produksi ASI lancar sehingga bayi dapat memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan," ujarnya.
Theresiana menjelaskan, setelah bayi menyelesaikan masa ASI eksklusif, orang tua perlu memberikan makanan pendamping yang bergizi agar proses pertumbuhan berlangsung optimal. Menurutnya, pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan menjadi fondasi penting bagi kesehatan, kecerdasan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia juga mengingatkan bahwa makanan bergizi harus dibarengi dengan jaminan keamanan pangan. Masyarakat diminta memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari cemaran biologis, fisik, maupun kimia agar terhindar dari risiko penyakit maupun keracunan.
"Jangan asal kenyang, tetapi lihat isi piring kita. Harus seimbang, ada karbohidrat, protein, dan vitamin, jadi bukan sekadar kenyang, tetapi juga bergizi dan aman," ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengatakan persoalan stunting masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Menurutnya, dampak stunting tidak hanya terlihat dari kondisi fisik anak yang lebih pendek, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.
Ia mengapresiasi tren penurunan angka stunting di Kabupaten Rembang dan mengajak masyarakat memanfaatkan potensi pangan lokal yang melimpah sebagai sumber gizi keluarga. "Rembang kaya potensi sumber daya seperti ikan, telur, sayuran, dan bahan pangan bergizi lainnya, masyarakatnya harus mau mengonsumsi itu, agar tidak mengalami kekurangan gizi," tuturnya.
Edy menambahkan, pemerintah terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain menyasar peserta didik, program tersebut juga diarahkan bagi ibu hamil dan ibu yang berisiko melahirkan anak stunting, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa kualitas generasi mendatang dimulai dari pilihan makanan di rumah. Ketika keamanan pangan dan gizi seimbang menjadi kebiasaan sehari-hari, langkah menuju Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting akan semakin nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....