KM Marimar Tenggelam di Perairan Bawean, 16 ABK Selamat Setelah Bertahan 3 Jam

  • 24 Jun 2026 07:30 WIB
  •  Semarang
Video

RRI.CO.ID, Rembang- Kapal motor pencari ikan KM Marimar GT 30 milik nelayan Kabupaten Rembang tenggelam di perairan sekitar Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di Laut Jawa. Meski kapal tenggelam, seluruh anak buah kapal (ABK) dan nahkoda berhasil diselamatkan setelah bertahan selama 3 jam di laut.

Sebanyak 16 ABK bersama nahkoda tiba kembali di Dermaga Timur Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, Rembang, Senin, 22 Juni 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka dipulangkan menggunakan KM Bulan SPM setelah sebelumnya dievakuasi dari tengah laut.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, KM Marimar GT 30 yang dinahkodai Pono (34), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Rembang, berangkat melaut dari PPP Tasikagung pada Sabtu, 20 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB menuju wilayah perairan Bawean.

Namun pada Minggu, 21 Juni 2026 sekitar pukul 09.30 WIB, saat berada di Laut Jawa sekitar perairan Bawean, kapal mengalami kebocoran. Diduga, kebocoran terjadi akibat kran pembuangan air laut yang tidak berfungsi secara normal sehingga air terus masuk ke dalam kapal.

Nahkoda KM Marimar, Pono, mengatakan kebocoran pertama kali diketahui di area ruang mesin. Kondisi kapal kemudian memburuk dalam waktu singkat karena air dengan cepat memenuhi badan kapal, beruntung Ia sempat menghubungi kapal lain untuk meminta bantuan.

"Awalnya ada lubang kecil di bagian belakang mesin, tahu - tahu tidak ada satu menit seluruh ruangan sudah penuh air. Alhamdulillah saya sempat menghubungi teman yang di kapal lain jaraknya 10 mil dari kami, " ungkapnya.

ABK KM Marimar, Malik mengungkapkan, selama terombang ambing di laut, ia mencoba menenangkan rekan-rekannya. Bahkan, ia berenang ke berbagai arah untuk mengambil makanan dan minuman yang berceceran di laut untuk dia dan rekannya bertahan.

"Kita berikan ke teman- teman semua untuk bertahan. ‘Kan, kita tidak tau sampai kapan kita terombang- ombang di laut, " tuturnya.

Untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan, sejumlah ABK mengikuti trauma healing di Klinik Ekasila Polres Rembang. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan sembako dan uang dari Kapolres Rembang, AKBP Faisal Pratama. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....