Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Jadi Bekal Hadapi Cuaca Ekstrem saat Melaut
- 22 Jun 2026 15:30 WIB
- Semarang
Video
RRI.CO.ID, Rembang- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) tingkat Provinsi Jawa Tengah di Wavi Joglo, Kabupaten Rembang, Sabtu, 20 Juni 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam membaca dan memanfaatkan informasi cuaca sebelum melaut.
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat pesisir dan nelayan dari berbagai wilayah. Melalui pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai cuaca maritim, gelombang laut, hingga pemanfaatan informasi cuaca yang disediakan BMKG secara daring.
Anggota Komisi V DPR RI, Harmusa Oktaviani, mengatakan Kabupaten Rembang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan SLCN karena memiliki jumlah nelayan yang cukup besar dan aktivitas perikanan yang tinggi. Menurutnya, masih banyak nelayan yang mengandalkan pengalaman dan tanda-tanda alam dalam memprediksi kondisi cuaca.
Harmusa menjelaskan, BMKG saat ini telah menyediakan berbagai layanan informasi cuaca maritim yang dapat diakses secara real time. Informasi tersebut dapat menjadi acuan bagi nelayan dalam menentukan waktu keberangkatan maupun memperkirakan kondisi perairan.
Ia berharap edukasi semacam ini mampu mengurangi risiko kecelakaan laut sekaligus membantu nelayan meningkatkan produktivitas karena dapat menyesuaikan aktivitas penangkapan ikan dengan kondisi cuaca. Program serupa, lanjut Harmusa, akan terus dilaksanakan di sejumlah daerah pesisir lainnya secara bergantian. Setelah Rembang, kegiatan berpotensi digelar di wilayah Pantura lainnya seperti Kabupaten Pati.
Sementara itu, Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG, Achadi Subarkah Raharjo, menegaskan, informasi meteorologi maritim memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan dan kesejahteraan nelayan. Menurutnya, nelayan yang memahami informasi cuaca akan lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem maupun gelombang tinggi saat berada di laut.
Mewakili Bupati Rembang Harno, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan), Mochammad Sofyan Cholid menyampaikan, SLCN mendukung terwujudnya kesejahteraan nelayan. Sekolah tersebut akan membuat nelayan menjadi lebih efisien dan efektif dalam menangkap ikan.
“Ini kan bisa mengurangi biaya operasional. SLCN juga bisa untuk keselamatan nelayan, pemerintah daerah ini juga berpikir bagaimana nelayan ini selamat melalui asuransi, dengan bekerja sama dengan BPJS ketenagakerjaan, ini peran dari pemerintah,“ ujarnya. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....