Perkuat Pengendalian Inflasi, Bank Indonesia Jateng Gelar Temu Bisnis Pangan
- 11 Jun 2026 14:18 WIB
- Semarang
Video
RRI.CO.ID, Semarang - Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah memperkuat upaya pengendalian inflasi pangan dengan mempertemukan ratusan pelaku usaha dalam Temu Bisnis Kerja Sama Antardaerah (KAD) Intra Provinsi Jawa Tengah. Forum tersebut menjadi upaya nyata untuk memperlancar distribusi pangan sekaligus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Kegiatan yang digelar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah itu berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu, 10 Juni 2026. Sebanyak 111 produsen dan 99 offtaker dari 34 kabupaten/kota hadir untuk menjajaki kerja sama perdagangan berbagai komoditas pangan strategis.
"Harapannya offtaker ini bisa mengumpulkan bahan-bahan pangan yang diproduksi oleh para produsen dan untuk dipasarkan di wilayah Jawa Tengah. Sehingga harga-harga mudah-mudahan bisa lebih terkendali dan harapannya sih tidak lebih mahal daripada harga di Jakarta," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Noor Nugroho.
Noor Nugroho mengatakan kegiatan temu bisnis ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Program itu dirancang untuk memperkuat pasokan dan distribusi pangan sebagai fondasi utama pengendalian inflasi daerah.
Diungkapkannya, Jawa Tengah saat ini mampu menjaga inflasi pada level yang terkendali tercatat sebesar 2,85 persen (year on year) lebih rendah dibandingkan nasional dan masih berada dalam rentang target inflasi 2,5±1 persen. Meski demikian, sejumlah komoditas seperti beras, cabai, dan bawang merah masih menghadapi tantangan berupa disparitas harga antarwilayah sehingga butuh kerja sama antardaerah untuk memastikan distribusi pangan lebih merata.
Melalui temu bisnis ini, produsen dan offtaker dipertemukan secara langsung untuk membangun jaringan pasok yang lebih efisien. Forum ini juga menjadi ruang negosiasi dan penjajakan transaksi yang nantinya dapat ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman atau kerja sama dagang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....